27 Mei 2022 - 14:05 WIB | Dibaca : 335 kali

Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara, Pakar Hukum: Ini Mengejutkan!

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI telah menjatuhkan tuntutan hukuman pidana penjara maksimal kepada mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Rabu (25/5/22).

Alex Noerdin dijerat dengan dua pasal yakni kasus dugaan korupsi dana hibab pembangunan Masjid Sriwijaya serta jual beli gas PDPDE Sumsel dan tuntutan 20 tahun penjara.

Menyikapi hal tersebut pakar hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian menilai, setiap tuntutan ada maksimal dan minimal dalam undang- undang korupsi, dengan melihat tuntutan yang tinggi ia menganggap Jaksa penuntut umum menggunakan tuntutan maksimal.

“Jadi kalau melihatnya Jaksa menggunakan tuntutan maksimal, karena tuntutannya tinggi sampai 20 tahun,” katanya, mengutip Tribunsumsel.

Diterangkan Febrian, kasus Alex Noerdin tidak bisa disamakan dengan kasus- kasus yang lain, sehingga harus lihat kasusnya per kasus termasuk kasus mega korupsi selama ini.

“Saya pikir aparatur penegak hukum di Sumsel menerapkan hukum tinggi atau maksimal dalam tuntutan, tentu ada pertimbangan hukum kenapa menerapkan politik hukum tuntutan maksimal itu. Logika yang timbul orang umum, ada penilaian Alex Noerdin dianggap sebagai otaknya atau dibalik layar hingga mengucur dana dan itu umum,” paparnya, seraya orang yang juga terlibat sebagian besar telah divonis bersalah.

Baca Juga :  Hakim Perintahkan Buka Kembali Semua Rekening Alex Noerdin

Meski begitu, meski tuntutannya 20 tahun penjara namun putusan akhir semuanya ada di hakim.

Sehingga ditunggu apa yang akan diputuskan hakim dari tahapan sidang yang berlangsung.

“Hakim pasti ada pertimbangan meski kabarnya potongan hanya sepertiganya atau dua pertiga tinggal. Tapi itu juga menjadi pandangan umum orang hukum, dan bisa juga berubah lain, hingga dibebaskan kemungkinan ada, tinggal terbukti atau tidak apa yang dituntut itu dan kemudian naik turunnya putusan,” ucapnya.

Ditambahkan Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, jika melihat beberapa persidangan yang ada baik Jaksa dan Alex Noerdin, kemungkinan hukuman akan turun, seperti Rp 3 milyar yang tidak diakui Alex.

“Jadi ini harus di pertimbangan Hakim dari faktor sosial,” tandasnya.

Diungkapkan Febrian, dengan persidangan banyak secara online jalannya persidangan, setiap Jaksa Umum selalu membuktikan dalilnya, namun selalu dibantah Alex Noerdin.

“Tinggal penuntut umum membuktikan saja, dan jelas tuntutan ini mengejutkan mengingat usia pak Alex yang sudah 70 tahun, meski belum tahu pastinya nanti apa bersalah. Tapi yang jelas tuntutan itu cukup tinggi dan maksimal, meski bisa sampai seumur hidup hukumannya,” tukasnya.

Baca Juga :  Awas ! Jambret di Palembang Lancarkan Aksi di Tengah Keramaian

Sekedar informasi, Alex Noerdin dinilai JPU terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam dakwaan primer dan sub primer JPU Kejaksaan Agung RI.

“Terdakwa Alex Noerdin terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar JPU membacakan tuntutan.

Selain itu, Alex Noerdin juga dituntut membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Serta uang pengganti senilai 3,2 juta USD untuk perkara PDPDE, sedangkan untuk perkara Masjid Sriwijaya Rp4,8 miliar.

“Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti itu, maka wajib diganti dengan pidana tambahan berupa selama 10 tahun penjara,” ujar JPU.

Sementara itu, Alex Noerdin yang menyaksikan jalannya sidang secara virtual dari layar monitor di Rutan Klas I A Pakjo Palembang mengatakan secara gamblang bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka akan dituntut dengan hukuman maksimal.

“Terimakasih bapak Jaksa dan ibu Jaksa atas tuntutannya. Namun yang mulia, untuk pembelaan sudah saya serahkan ke tim kuasa hukum dan saya sendiri juga akan menyampaikan pembelaan secara langsung,” ujarnya.

Baca Juga :  2 Jambret Diringkus, Kompol Edi : Target Operasi !

Komentar