oleh

6 September, Kota Palembang Akan Menerapkan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :182 kali | Durasi baca : 2 Menit

Pada uji coba pelaksanaan tatap muka, diperkirakan tidak semua sekolah yang akan melangsungkan PTM, namun akan diuji di 20 SD dan 20 SMP

SWARAID-PALEMBANG, (30/08/2021): Beberapa kota di pulau Jawa pada hari ini telah mulai penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun kota Palembang baru akan mulai melaksanakan PTM pada 6 September mendatang.

Hal tersebut disampaikan Walikota Palembang H. Harnojoyo. Pasalnya, dijelaskan Harnojoyo, kota Palembang saat ini masih menjalankan PPKM level empat hingga 6 September kedepan.

Selain itu, Harnojoyo juga menyatakan dengan penerapan PPKM dinyatakan cukup berhasil menekan angka penyebaran covid-19 di kota Palembang, dimana menunjukkan assessment situasi covid-19 di kota Palembang turun ke level 3.

“Ya, kami dapat laporan Dinkes, asesement¬† kita level 3 dan ini sudah diajukan ke pemerintah pusat. Akan tetapi kan kita masih berada di masa PPKM sampai tanggal 6 September mendatang,” ujarnya, Senin (30/8/2021).

Sambungnya, dia telah membicarakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto terkait pelaksanaan tatap muka ini.

Baca Juga :  Pipa Gas Sebabkan Banjir, Finda Panggil Pihak Pertagas

Diakuinya kemungkinan setelah PPKM Level empat, Kota Palembang akan memulai sekolah tatap muka secara terbatas.

“Ya akan kita lakukan mungkin 25 persen dulu, akan tetapi¬† tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, nantinya akan memantau terlebih dahulu sekolah-sekolah mana yang telah siap melaksanakan PTM dengan protokol kesehatan ketat.

Pada uji coba pelaksanaan tatap muka, diperkirakan tidak semua sekolah yang akan melangsungkan PTM, namun akan diuji di 20 SD dan 20 SMP.

“Ya, teknisnya akan kita bicarakan lagi dan kita lihat sekolah mana dulu yang siap menggelar tatap muka. Mungkin ada 20 sekolah SMP dulu, 20 SD dulu kita akan lihat dulu. Dan terkait izin orangtua juga penting,” bebernya.

Menurutnya tatap muka saat ini sangat diperlukan karena pembelajaran daring yang hampir berjalan dua tahun dinilai kurang efektif.

“Memang lebih baik tatap muka, karena anaknya kan kalau di rumah lebih banyak bermain dibandingkan belajar. Kalau sekolah mana kebutuhan anak untuk belajar bisa dapat berjalan dengan baik,” tegas dia.

Baca Juga :  Terobos Pengawal, Mahasiswa Unsri Serahkan Modul Kajian Konflik Agraria ke Gubernur

Terkait vaksinasi anak, kata dia pihaknya masih terus berupaya agar target 1,2 juta dapat tercapai.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menyoroti pelaksanaan vaksinasi covid-19 kepada peserta didik sebagai syarat dan perlindungan selama mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Kemarin sudah saya koordinasikan dengan Kadinkes dan juga Kadisdik, bahwa anak-anak yang secara usia sudah dapat divaksinasi, itu akan kita segerakan. Dan akan dilaksanakan langsung di sekolah terkhusus SMP.” Terang Finda.

Diungkapkan hingga saat ini, pelaksanaan vaksinasi pada satuan pendidikan di kota Palembang baru diterima bagi tenaga pendidik dan karyawan sekolah dengan jumlah 17.000, meski demikian dikatakan guna pelaksanaan PTM, vaksinasi masih perlu juga dilakukan kepada peserta didik.

“Untuk SMP di kota Palembang ada 60 kalau untuk peserta didik khusus SMP yang sudah bisa di vaksin 26.000 peserta didik, secepatnya akan kita laksanakan vaksinasi kalau guru sudah, siswa sudah, saya rasa PTM di kota Palembang dapat terlaksana.”

Tak hanya itu, Finda juga mengatakan kesiapan satuan pendidikan selain vaksinasi baik kepada pengajar ataupun peserta didik, menurutnya ruang kelas juga harus menjadi perhatian khusus dimana harus benar-benar menerapkan prokes.

Baca Juga :  Rela Antri dari Pagi, Kepala Puskesmas Batasi 100 Orang Saja Per Hari

“Rata-rata sekolah baik tingkat SD maupun SMP sudah menyiapkan sarana dan prasarana dengan baik untuk pelaksanaan PTM, kemudian kurikulum yang juga sudah disiapkan sesuai pandemi.”

Finda juga menambahkan, pada pelaksanaannya, pembelajaran tidak berlangsung dengan waktu yang lama dan hanya mengutamakan pelajaran yang penting saja, serta membatasi jumlah peserta PTM.

Menurut Fitri, melalui berbagai persiapan tersebut diharapkan pelaksanaan PTM di kota Palembang dapat berlangsung dengan sukses dan mencegah penyebaran Covid-19 di klaster sekolah.

“Kalau semua persiapan tadi sudah selesai dilakukan, maka KBM tatap muka bisa kita laksanakan agar Palembang bisa melahirkan generasi yang cerdas,” tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya