oleh

Kadisdik Kota Palembang : Lebih Baik Tatap Muka, Daripada Siswa Berkeliaran!

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :613 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (23/02/2021): Pada rakor Bidang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disase dalam upaya persiapan pembelajaran tatap muka yang diikuti oleh Ombudsman, Dinas Kesehatan kota Palembang, Polrestabes, ikatan dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumatera Selatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan, tim gugus tugas, serta instansi terkait, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto menyebutkan pembelajaran tatap muka pada starata pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), masih belum ditentukan kapan akan mulai di buka kembali.

Menurut Zulinto, banyak hal yang menjadi perhatian sebelum akhirnya memutuskan kembali membuka sistem pembelajaran tatap muka. Meski demikian, Zulinto menjelaskan, dari pihak yayasan ataupun sekolah telah ada rekomendasi untuk sekolah namun tidak menjadi kewajiban.

Zulinto menerangkan, ada temuan dari Polsek, aktivitas peserta didik yang terpantau berada di ruang publik, seperti ke mal atau tempat lainnya. Hal tersebut membentuk kesimpulan agar lebih baik kembali membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM), ketimbang harus daring tetapi peserta didik banyak menghabiskan waktu berkeliaran di luar rumah.

Baca Juga :  Bangun Pulau Kemaro, Dewa : Pemerintah Akan Mengajak Masyarakat !

Namun menurutnya, pihak ikatan dokter masih tidak merekomendasikan untuk PTM segera dibuka, mengingat angka penyebaran virus covid-19 pada anak yang masih tinggi. Serta secara persentase zona kasus penyebaran virus covid-19 di kota Palembang yang belum menemui angka penurunan, tetap di zona orange dan merah.

“Maka ikatan dokter belum me-rekom untuk bersekolah tatap muka. Dia (ikatan dokter) tetap memperhatikan kondisi covid dalam suasana zona seperti ini. Selain itu kita belum ada yang hijau. Masih di posisi merah, orange atau kuning.”

Meski demikian, seperti di sebutkan oleh Zulinto, sebelum pembukaan PTM di kota Palembang, IDI sumsel mengajurkan untuk tenaga pendidik terutama guru mengikuti vaksinasi yang diharapkan setelah vaksinasi resiko penyebaran virus covid-19 lebih kecil terjadi.

Secara menyeluruh baik ASN ataupun guru di kota Palembang berjumlah lebih dari 6000 orang. Dimana pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang kini telah mendaftarkan para tenaga pendidik untuk mendapat Vaksinasi, namun di jelaskan Zulinto, pihaknya belum melakukan pendataan guru di sekolah swasta untuk divaksinasi.

Baca Juga :  Festival Kuliner, Memperkenalkan Pembayaran Non Tunai

“Kita sudah daftarkan para guru, baik ASN dan honorer untuk mengikuti vaksinasi. Saya rasa untuk vaksinasi akan diprioritaskan di negeri dulu, kalau swasta nanti kita bicara kan lagi dulu dengan yayasan, kalau mungkin nanti Pemerintah Pusat ada alokasi nanti kita akan mendata.” Sebutnya.

Di luar itu, penjadwalan tatap muka di kota Palembang yang sebelumnya dijadwalkan pada minggu kedua di bulan Januari yang tertunda dan di jadwal ulang di bulan Maret mendatang. Ahmad Zulinto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu surat edaran Gubernur Sumatera Selatan.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya