oleh

1 Tahun DPO Kasus Narkoba, Rizal kembali diringkus Polisi

Oleh : | Editor : Muslim
Dibaca :158 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (17/11/20) : Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes akhirnya menangkap salah satu DPO dari 30 tahanan yang kabur dari sel atau penjara satu tahun lalu, pria paruh baya tersebut bernama Rizal (50) Warga Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang yang diduga tahanan kasus narkoba Mapolrestabes.

Dari keterangan, dia ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (5/11/2020) lalu di tempat persembunyiannya Desa Panca Warna, Kecamatan Pedamaran Timur, Ogan Komering Ilir.

Menurut informasi yang dihimpun SWARAID, Rizal masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena menjadi salah satu dari 30 tahanan yang kabur dari sel tahanan Polrestabes Palembang, pada Minggu (5/5/2019) lalu.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reskrim Narkoba Polrestabes Palembang, Kompol Rivanda membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa tim jajaran berhasil menangkap tersangka karena bantuan laporan dari masyarakat sendiri.

“Saat itu kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah melihat tersangka tersebut dikawasan Desa Panca Warna, Pedamaran Timur, Ogan Komering Ilir, setelah mendapatkan informasi itu anggota tim langsung bergerak melakukan penangkapan.” Terang Rivanda.

Baca Juga :  Wujudkan OPD Bersih Narkoba, Pegawai Kesbangpol Dites Urine Dadakan

Diketahui dalam kasus sebelum melarikan diri, Rizal (50) ditangkap karena mengedarkan narkoba jenis sabu dengan barang bukti (BB) seberat 4,72 gram atau 20 lebih paket kecil, timbangan digital, Selasa (23/4/2019) di kontrakannya.

“Tersangka kita ini merupakan pengedar barang haram narkoba jenis sabu, dia dikenakan Pasal 114 Ayat 1 dan 112 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda Rp 10 milyar.” Ungkap Kompol Rivanda saat rilis kasus di Mapolrestabes, Senin (16/11/2020).

Sementara itu, tersangka Rizal mengaku dirinya tidak ikut merencanakan menjebol tahanan untuk kabur. Dimana saat itu dirinya sedang tertidur saat tahanan lain satu persatu kabur.

“Jujur pak saya hanya ikutan saja saat itu saya lagi tidur lalu dibangunkan, saya lihat pintu sudah dibobol dan mereka lari, saya tidak mikir-mikir lagi langsung ikut kabur juga.” Kata Rizal.

Dalam pelariannya, tersangka mengaku berpindah-pindah lokasi, mulai dari Desa Air Batu Kabupaten Banyuasin, kemudian Desa Lembak, Ogan Ilir, dan terakhir Desa Panca Warna, Ogan Komering Ilir.

Baca Juga :  Korban KDRT Jadi Tersangka, WCC Akan Tempuh Jalur Hukum

“Kalau untuk kebutuhan hidup sehari-hari, saya bekerja kuli pak, dari kuli bangunan sampai dengan menyadap karet.” Jelas Rizal.

Saat ditanya, apakah ada penyesalan atau untuk menyerahkan diri saja, tersangka mengaku saat beberapa hari kabur sempat ada niat serahkan diri, tapi tetap tidak dilakukannya.

“Saya baru 4 hari didalam sel saat itu melihat semua pada kabur dari tahanan lalu saya juga ikut kabur. Saya sempat ingin menyerahkan diri tapi sudah merasa lama diluar, jadi untuk menyerahkan diri rasanya sungguh berat takutnya hukuman saya tambah lama nantinya. Lalu saya pasrah dan menjalani aktifitas sehari-hari dan pada akhirnya polisi tetap menangkap serta menemukan keberadaan saya.” Tutup Rizal, Senin (16/11/2020) saat diwawancari para awak media di Mapolrestabes Palembang.

Komentar

Berita Lainya