7 Januari 2021 - 09:20 WIB | Dibaca : 2,132 kali

Zulinto : Penundaan Sekolah Tatap Muka Hingga Dua Bulan Kedepan

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (07/01/21) : Wacana sekolah tatap muka di Palembang kembali dibatalkan. Di akhir tahun lalu, Pemerintah Kota dan Dinas Pendidikan telah melakukan rapat bersama Satgas covid-19 Kota Palembang dan menghasilkan keputusan akan membuka kembali sekolah tatap muka di minggu kedua bulan Januari ini.

Pada hasil rapat bersama tersebut, di minggu pertama diagendakan untuk melakukan peninjauan  kesiapan dari sekolah- sekolah yang ada. Namun tak lama berselang dari itu, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan di awal tahun 2021 mengeluarkan surat edaran terakit belum diberi izin keberlangsungan belajar tatap muka, bahkan tim gabungan yang rencananya akan disiapkan untuk melakukan peninjauan pun batal dibentuk.

Ahmad Zulinto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang ketika dijumpai Reporter SWARAID menyampaikan kebenaran dari dibatalkannya sekolah tatap muka di kota Palembang. Zulinto menerangkan pembatalan ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari Dinas Kesehatan.

Laporan dari Dinas Kesehatan tersebut berisi hasil pemetaan penyebaran Covid-19 per Kelurahan di kota Palembang belum menunjukkan angka penurunan, dimana secara zonasi pemetaan kota Palembang masih di warna merah dan kuning per Kelurahan . Selain itu, pembatalan tersebut didasari dari surat edaran Gubernur yang belum mengizinkan sekolah tatap muka dilangsungkan di Palembang.

Baca Juga :  Kadisdik Kota Palembang : Lebih Baik Tatap Muka, Daripada Siswa Berkeliaran!

“Teryata tidak ditemukan di kota Palembang untuk hijau (zonasi penyebaran Covid-19), maka ini masih menjadi satu permasalahan apalagi Ikatan Dokter dan Perlindungan Anak, itu masih sangat melarang karena dari kondisi daripada rentannya anak-anak itu terhadap penyebaran Covid-19.” Terangnya.

Namun, Ahmad Zulinto menjelaskan setelah melakukan rapat bersama Pemerintah Provinsi, dimana dipimpin langsung oleh Akhmad Najib Asisten 1 Gubernur Sumatera Selatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mana keputusannya dituangkan dalam surat edaran berupa penundaan sekolah tatap muka hingga dua bulan kedepan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menindak lanjuti keputusan tersebut pihaknya tetap melakukan peninjauan ke beberapa sekolah di kota Palembang, seperti  SDN 36 Palembang, SD Al Furqon, SD Al Adli, TK Nusa Indah, dan beberapa sekolah Muhammadiyah. Dimana menurut Zulinto masih banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum akhirnya membuka kembali sekolah tatap muka.

“Beberapa yang perlu sangat kita perbaiki, utamanya bagaimana kita mengondisikan wali murid mengantar anaknya, itu yang sangat rentan untuk terjadi kerumunan-kerumunan, itu yang masih dibahas lagi bagaimana kita menempatkan pada pengantar. Nah, maka sampai sekarang saya kira prediksi masih belajar jarak jauh, dengan daring itu yang kita lakukan.”

Baca Juga :  Disdik Palembang Perjuangkan 3.500 Honorer Jadi P3K

Zulinto juga menambahkan standarisasi yang harus penuhi pihak sekolah dengan mengacu pada 3M, diantaranya ketersediaan tempat cuci tangan yang tidak hanya satu, demikian juga jumlah alat pengukur suhu tubuh. Kemudian penataan ruang belajar, dimana setiap murid harus tetap berjaga jarak dengan penggunaan single table dan single chair, pengaturan jam datang dan pulang peserta didik, dan lain-lain sesuai protokol kesehatan.

“Jadi memang harus ada juga kesungguhan dari pihak sekolah untuk keamanan dan kenyaman (proses belajar). kalau ini ada meja kecil satu, berdempetan dua dengan seperti yang lama walaupun sudah dipasang tanda silang gak boleh diduduki, tapi kursi ini masih memancing anak-anak untuk duduk berdekatan, saat tidak ada gurunya dia berdekatan.”

Selain itu, Ahmad Zulinto menjelaskan bahwa vaksinasi yang nantinya akan dilakukan di kota Palembang tidak menjadi patokan sekolah tatap muka, namun akan melihat perkembangannya terlebih dahulu, bahkan dalam pembukaannya kembali pun secara bertahap.

“Memang atas saran daripada Ikatan Dokter Sumatera Selatan, apabila ada vaksin dua bulan kedepan vaksin sudah berjalan itu bisa kita mulai buka (sekolah), tapi itupun masih tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat, masih menggunakan izin orang tua. Maka kita akan membuka sekolah berangsur-angsur, tak bisa sekaligus. Dimana sekolah mana saja yang siap untuk tatap muka.” Tambahnya.

Baca Juga :  Standar Nilai Passing Grade Terlalu Tinggi! Banyak Peserta Seleksi PPPK tak Lolos

Lebih lanjut, terkait vaksinasi Zulinto pun berharap bila nantinya tenaga pengajar pun ikut divaksinasi, menurutnya para tenaga pengajar ini akan berkontak langsung dengan peserta didik. Dimana baginya tenaga pengajar pun tak terlepas dari ancaman paparan covid-19.

“Jadi kita melihat mudah-mudahan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten Kota, itu juga memasukkan bahwa guru yang akan berhubungan langsung, itu juga dilaksanakan vaksinasi.” Harapnya.

Terakhir Zulinto memberi himbauan kepada pihak sekolah untuk dengan sungguh-sungguh mempersiapkan sebelum dibukanya kembali tatap muka sesuai dengan SOP surat edaran yang diberikan, dan juga keterlibatan guru dalam membudayakan 3M ke peserta didik.

“Guru harus terlibat langsung bagaimana tampil untuk menyadarkan dan membuat sesuatu yang memang dengan protokol kesehatan, tidak bisa kita diamkan saja. Jadi ada beberapa SOP yang harus disiapkan oleh pihak sekolah.” Tutupnya.

Komentar