oleh

Terpukul Selama PPKM, Pelaku Usaha WO Tawarkan Solusi Kepada Pemkot

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :161 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (20/08/2021): Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 cukup berpengaruh terhadap pelaku usaha. Salah satu usaha yang ikut terpukul adalah wedding organizer (WO).

Salah satu pelaku usaha WO di kota Palembang, Romadhona dijumpai usai menghadap Walikota Palembang guna menawarkan solusi terhadap persoalan yang tengah dihadapi pihaknya. Romadhona menjelaskan bahwa di masa PPKM, banyak konsumen yang melakukan penundaan acara pernikahan,

“Untuk kerugian itu bisa sampai ratusan juta, tapi hitungan vendor keseluruhannya. Tapi kadang ada yang sifatnya penundaan. Seperti kemarin ada konsumen saya tanggal 9 (Agustus), harapannya tanggal 9 (Agustus) itu selesai tapi tanggal 7 (Agustus) kemarin kembali diperpanjang (PPKM), akhirnya kacau kan, undangan sudah disebar.” Keluhnya.

Dijelaskan Romadhona, bila dibandingkan dengan sebelum pandemi, penurunan konsumen bisa mencapai 50 persen. Setelah penerapan PPKM di kota Palembang, mencapai 100 persen konsumen yang melakukan penundaan.

Lebih lanjut, mewakili para pelaku usaha WO yang hadir, Romadhona menjelaskan apa saja yang menjadi tawaran yang disampaikan pihaknya kepada Walikota Palembang.

Baca Juga :  Warga Yang Ikut Gotong Royong Dibawah 50%, Finda Kecewa !

“Prinsipnya WO itu kita sudah punya strategi-strategi dan solusi-solusi, jangan sampai kembali bertentangan dengan aturan Kemendagri. Bahwasanya di setiap acara itu tamu undangan dibatasi tidak berdasarkan jumlah, tapi berdasarkan kapasitas gedung.” Kata Romadhona.

Pihaknya menawarkan, untuk kegiatan resepsi pernikahan, jumlah tamu undangan yang bisa datang tidak dihitung hanya 30 orang, namun disesuaikan dengan persentase kapasitas gedung.

“Sekarang hanya diperbolehkan 30 orang, mungkin relevan dengan gedung yang kecil, tapi kalau untuk gedung yang besar dengan kapasitas lebih dari 1000 orang, itu tidak maksimal. Untuk jumlah tamu undangan diharapkan dihitung dengan kapasitas gedung saja, walaupun kecil sepuluh persen itu paling tidak lebih baik.” Lanjutnya.

Kemudian, terkait protokol kesehatan, seperti mengindari kerumunan dan berjaga jarak, pihaknya sudah mengatur sedemikian rupa, hingga akan memangkas waktu pelaksanaan acara resepsi.

“Durasi waktu yang lebih dipercepat maksimal acara itu 3 sampai 4 jam. Jadi misalnya tamu datang, masuk, salaman, foto, pulang, sedangkan untuk tamu VIP itu ditentukan dari persentase kapasitas gedung.” Sambungnya.

Baca Juga :  BNN Provinsi Sumsel dan Pemkot Palembang Akan Bersinergi Bangun "Kampung Bersinar"

Meski demikian, hingga saat ini diakui para pengusaha WO tidak melakukan pemutusan karyawan yang memang 80 persen adalah pekerja lepas atau freelancer.

Di lain pihak, Walikota Palembang Harnojoyo menjelaskan, kebijakan PPKM di kota Palembang bersifat intsruksi langsung dari pihak pusat, namun diungkapkannya selama penerapan PPKM level 4 di kota Palembang mengalami penurunan kasus aktif covid-19.

“Secara pribadi kami sangat memahami, tapi alhamdulillah dengan penerapan PPKM ini sampai 23 (Agustus), Palembang dalam tren positif penurunan. Semoga dengan itu tidak diperpanjang lagi, sehingga resepsi bisa diberlangsungkan kembali.”

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya