29 Mei 2022 - 07:05 WIB | Dibaca : 807 kali

Selain Kulit Keriput dan Uban, Berikut Beberapa Masalah yang Dihadapi Lansia

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia) diperingati setiap 29 Mei, merupakan wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang lanjut usia.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Bicara soal lansia, topik pembicaraan tak akan lepas dari soal penyakit, tak cuma kulit yang kian keriput dan rambut beruban.

Seberapa muda pun usia kita sekarang, tidak akan bisa dihindari bahwa suatu saat pasti akan menjadi seorang lansia.

Secara alamiah, tubuh akan mengalami penuaan yang ditandai dengan terjadinya perubahan bentuk fisik dan fungsi tubuh yang mulai menurun. Seiring dengan bertambahnya usia, timbul juga beberapa masalah yang harus diperhatikan.

Menukil berbagai sumber, berikut beberapa masalah yang harus diperhatikan:

Kekurangan Nutrisi

Kekurangan nutrisi dalah masalah yang paling sering dialami saat lanjut usia. Hal ini disebabkan karena gigi sudah tidak bekerja secara optimal sehingga proses mengunyah makanan pun tidak sempurna.

Faktor lainnya juga bisa disebabkan karena penurunan fungsi kecap dan penciuman yang mengakibatkan nafsu makan turut menurun.

Baca Juga :  Viral Penderita Mastitis Menyusui Suaminya, Mengingatkan Kisah Pero dan Cimon

Faktor lain seperti tinggal sendirian tanpa keluarga yang menemani juga bisa berpengaruh pada asupan nutrisi lansia.

Masalah kekurangan nutrisi pada lansia dapat dibantu dengan memberikan supplementasi nutrisi yang dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya seperti susu kalsium, protein whey, dan kandungan bergizi lainnya untuk memudahkan konsumsi.

Penyakit Penyerta

Semakin bertambah usia maka seseorang akan mengalami penyakit penyerta, yaitu penyakit metabolic karena penurunan fungsi tubuh seperti hipertensi dan diabetes mellitus atau sebagai komplikasi dari penyakit lain yang diderita.

Lansia juga rentan terkena osteoporosis, maka penting bagi mereka untuk rutin mengkonsumsi susu kalsium.

Kemampuan Berpikir Menurun

Saat usia bertambah, kemampuan kognitif atau berpikir seseorang seringkali menurun, bahkan tidak sedikit lansia yang mengalami demensia.

Demensia adalah penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Kondisi ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya.

Bahkan diketahui demensia juga mulai menyerang sebagian orang di usia yang masih muda.

Permasalahan Psikis

Kehilangan pasangan hidup, teman-teman yang mulai berkurang dan anak-anak yang sudah tidak tinggal serumah adalah beberapa faktor yang mempengaruhi psikis para lansia.

Baca Juga :  Dibela-belain Bayar Jasa Screenshot iPhone, Ngapain Sih?!

Selain itu beberapa lansia juga mengalami post power syndrome atau kondisi dimana seseorang kehilangan posisi atau jabatan tertentu sehingga membuat ia merasa tidak dihargai atau dihormati yang kadang menjadi pemicu masalah psikisnya.

Kemudian munculnya penyakit yang membatasi gerak pun bisa jadi salah satu faktor pemicu frustasi karena lansia sudah tidak bisa seaktif dulu.

Dianggap tidak mandiri

Kerapkali dianggap tidak mandiri adalah permasalahan umum yang dialami lansia karena keluarga atau orang terdekat akan memperlakukan mereka seperti halnya anak kecil. Hal ini secara tidak langsung dapat membuat lansia kehilangan kepercayaan dirinya.

Semua permasalahan di atas tentunya tidak dapat dihindari tapi bisa diantisipasi. Oleh karena itu, persiapan menjelang masa tua penting dilakukan dengan cara menjaga gaya hidup sehat dan aktif sejak dini serta tentunya dukungan penuh dari keluarga.

Komentar