17 Juli 2022 - 12:06 WIB | Dibaca : 544 kali

Viral Penderita Mastitis Menyusui Suaminya, Mengingatkan Kisah Pero dan Cimon

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Adalah seorang ibu menyusui bernama Jennifer yang menderita mastitis. Mastitis adalah infeksi atau peradangan pada satu atau lebih saluran payudara. Penyebab utamanya adalah air susu ibu yang terperangkap di dalam payudara.

Air susu ibu dapat tersumbat jika payudara tidak sepenuhnya kosong saat menyusui. Dan ini dapat menyebabkan ibu merasakan sakit yang luar biasa hingga demam.

Kondisi ini sering kali terjadi pada tiga bulan pertama setelah melahirkan, namun bisa muncul hingga dua tahun setelah melahirkan.

Melalui akun TikTok @jenniferandtoni membagikan bagaimana ia menghadapi mastitis yang dideritanya, “I breastfed my husband” tulis Jennifer di awal videonya.

Dikatakan Jennifer bahwa ia merasakan panas dingin disertai sakit di payudara. Ia lantas mengkonsumsi antibiotik dan berbagai suplemen pelancar ASI, namun tetap tidak membantu.

Lalu Jennifer menemukan sebuah artikel yang memuat cara menyembuhkan mastitis, yakni dengan melakukan laktasi pada suami. Menurut artikel tersebut, dengan sedotan kuat, ASI yang tersumbat bisa mengalir deras. Mengikuti cara tersebut, Jennifer mengaku berhasil.

Baca Juga :  Cafe Bumi 7 Hadirkan Suasana Alam Terbuka Bernuansa Tropis

Video ini lantas viral serta menuai kritik dan dukungan dari warganet, dibanjiri lebih dari 31 ribu komentar.

Sebagian warganet meninggalkan komentar negatif namun sebagian lain justru memberi dukungan bahkan membenarkan karena juga mengalami hal yang sama.

Terlepas dari itu, ini mengingatkan pada kisah yang cukup tersohor dari Eropa pada masa Louis XIV, Roman Charity. Kisah emosional yang kabarnya merupakan kisah nyata seorang anak bernama Pero dan ayahnya, Cimon.

Cimon dipenjara dan dihukum mati kelaparan karena mencuri sepotong roti. Pero minta diizinkan untuk dapat menemui ayahnya hingga akhir hayat sang ayah, dan dikabulkan namun dengan syarat Pero tidak diperbolehkan memberi atau membawa makanan untuk Cimon.

Pero datang setiap hari ke penjara. Setiap Pero mengunjungi ayahnya, maka para petugas akan melakukan pengecekan. Petugas memastikan bahwa Pero tidak membawa makanan dan minuman untuk ayahnya.

Namun ada yang luput dari pengawasan petugas, ternyata Pero yang sedang dalam masa menyusui selalu menyusui ayahnya tiap kali ia datang ke penjara. Hal itu ia lakukan untuk memperpanjang usia ayahnya.

Baca Juga :  Manjakan Regular Customer, Panhead Gelar Event Part 2

Ini menimbulkan kecurigaan, bagaimana bisa Cimon tetap bertahan tanpa makan dan minum hingga berhari-hari.

Penjagaan dan pengawasan di penjara pun akhirnya lebih diperketat. Hingga pada akhirnya tertangkap basah Pero sedang menyusui Cimon. Akhirnya kasus terhadap Pero pun diajukan.

Pero dan Cimon lantas dibawa ke persidangan. Namun tak dinyana, ternyata apa yang dilakukan Pero justru membuat hati pemerintah menjadi lunak. Hakim mengapresiasi belas kasih Pero terhadap ayahnya. Akhinya mereka membebaskan Cimon.

Kisah ini menjadi begitu populer dan menginspirasi, lantas diabadikan dalam bentuk lukisan yang dibandrol dengan harga yang fantastis.

Komentar