oleh

Vaksinasi Lansia Sumsel Baru 3,1 Persen, Ini Kendalanya !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :147 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (21/03/2021): Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya gencarkan pelaksanaan vaksinasi massal kepada kalangan lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun yang merupakan kategori rentan terpapar virus.

Meski demikian, hingga pelaksanaan vaksinasi yang telah memasuki gelombang kedua, jumlah lansia di Sumsel yang telah menerima vaksin Sinovac masih sangat minim, dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, persentase penerimaan vaksin pada lansia baru mencapai 3,1 persen.

“Lansia di Sumsel yang disuntik vaksin berjumlah sekitar 700 ribuan, dan sekarang yang telah disuntik vaksin baru mencapai 3,1 persen. Meski begitu, vaksinasi terus kita gencarkan walaupun pergerakannya terbilang pelan.” Beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nurainy, Sabtu (20/03/21).

Dikatakan Lesty, ketika proses screening, sangat sering ditemui para penerima vaksin dari kalangan lansia yang memiliki komorbid ( penyakit penyerta), hal inilah yang menurutnya menjadi kendala.

“Vaksinasi terhadap lansia sejauh ini terbilang lambat, kendala yang kita hadapi misalnya warga lansia ini sudah datang ke faskes tapi pada saat pendataan mereka punya penyakit penyerta (komorbid), mau tidak mau vaksinasinya dibatalkan,” katanya.

Baca Juga :  Omset Tetap Stabil, Bisnis Florist Sangat Menggiurkan

Oleh sebab itu, Lesty mengatakan, berbagai upaya dengan inovasi akan pihaknya lakukan dalam upaya meningkatkan jumlah partisipasi penerima vaksinasi, khususnya terhadap kalangan lansia.

“Melihat situasi ini, tentunya kita membutuhkan inovasi agar penyaluran vaksin ini berjalan dengan cepat dan ini
kita serahkan ke daerah masing-masing untuk pelaksanaannya.”

Dicontohkan Lesty, misalkan dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia dengan pendekatan jemput bola atau tenaga kesehatan yang mendatangi calon penerima vaksin.

“Inovasi yang dilakukan misalnya jemput bola atau drive thru seperti yang dilakukan di Jakarta, supaya mempermudah masyarakat untuk datang ke tempat vaksin,” tutup Lesty.

Komentar

Berita Lainya