oleh

Sekolah Gratis Bagi 1000 Yatim Dhuafa ; Positif di Masa Pandemi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :146 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (05/04/2021):Dalam rangka peresmian pendirian sekolah Qur’anpreneur Indonesia untuk 1000 anak yatim dhuafa di kota Palembang, Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa (RTYD) melakukan audiensi dengan Pemkot Kota Palembang. Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa menyambut baik kedatangan RTYD beserta program gagasannya.

RTYD yang ingin menyediakan Sekolah Dasar gratis bagi kalangan dhuafa dengan pola open donasi dinilai patut mendapat apresiasi, terlebih pada kondisi pandemi sekarang ini. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa,

“Program kegiatannya cukup bagus, untuk itu kita kasih apresiasi bahkan tadi ada program mereka dalam rangka meningkatkan ekonomi anak-anak yang putus sekolah serta bagi anak-anak yatim, anak yatim piatu, dan kalangan dhuafa seperti dengan program Kebun Qur’an.”

Terkait program Sekolah Dasar berbasis Qur’an, Ratu Dewa mengkoordinasikan terhadap OPD Pemkot Palembang agar dapat mempercepat proses administrasinya. Seperti perizinan di Dinas pendidikan serta Kemenag kota Palembang.

Bahkan RD membeberkan terkait program Kebun Qur’an, menurutnya dapat dikolaborasikan dengan Dinas Pertanian Kota Palembang dan Dinas Perikanan Kota Palembang.

Baca Juga :  Gladi ASN Award 2020, Ratu Dewa Beri Motivasi Kepada Finalis

“Kami akan support untuk mempermudah proses administratif, saya kira bagus prospeknya, karena membentuk karakter dan akhlak.”

Di lain pihak, Kepala Divisi pendidikan RTYD Sumsel, Arif Kurniawan usai audiensi menyampaikan pada tahun ini, RTYD Sumsel akan fokus membuat sekolah khusus anak yatim dhuafa.

“Jadi kami ingin membuat bahwa sekolah itu tidak harus mahal gitu, Sekarang tidak perlu keluar uang banyak. Tapi bisa seluruh warga Palembang untuk memfokus untuk membantu dengan berdonasi.”

Dimana tahun ini, RTYD Sumsel baru akan mempersiapkan lima lokasi berbeda di kota Palembang, dengan di awal setiap sekolah akan memulai satu kelas dengan kuota 20 peserta didik. Sementara tenaga pengajar akan diambil dari pengajar di Rumah Tahfidz kota Palembang.

“Kita baru akan mulai dari satu kelas dua puluh anak terlebih dahulu. Lokasi sekolahnya ada lima, yaitu Sako, Celentang, Sekojo, Srimulya, dan terakhir di Jakabaring.” Terang Arif kepada SWARAID.

Komentar

Berita Lainya