oleh

Petani Sumsel Ragukan Keberlanjutan Hilirisasi Tanaman Porang

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :280 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (14/08/2021): Tanaman porang merupakan salah satu komoditas potensial di Sumatera Selatan. Namun belakangan muncul keraguan dari kalangan petani akan keberlanjutan hilirisasi tanaman ini. Hal tersebut bahkan telah dieluhkan ke Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Gubernur Sumsel, H. Herman Deru pada acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan di Pelabuhan Boom Baru Palembang (14/08/21) menyampaikan,

“Budidaya porang ini sangat potensial di Sumatera Selatan, lahan yang luas, semangat petani yang tinggi, tapi masih ada keragu-raguan dari para petani ini, tentang komoditas ini bisa berkelanjutan lama atau hanya jual beli bibit saja.”

Tanaman Porang yang kini mulai dilirik petani Sumsel, diharapkan Herman Deru budidaya porang di Sumatera Selatan tidak hanya diekspor dalam bentuk umbi-umbian, namun juga ada hilirisasi atau pengolahan turunan sebelum nantinya diekspor.

“Di Sumatera Selatan saat ini hanya budidaya porang hanya menjual umbi umbian saja meskipun hasilnya yang menjanjikan. Harapan besar petani budidaya porang ini agar dapat diberikan peluang seluas-luasnya terhadap treding maupun bantuan industri seperti mesin-mesin pengolahan sampai menjadi bubuk.” Lanjutnya.

Baca Juga :  Banyuasin Bakal Ekspor Produk Turunan Sabut Kelapa

Lebih lanjut, Herman Deru menjelaskan bila Kabupaten Banyuasin akan dijadikan salah satu daerah yang akan menjadi sentra budidaya Porang di Sumatera Selatan.

Di sisi lain, Bupati Banyuasin, Askolani Jasi menyampaikan bahwa komoditas ini telah dikenalkan ke masyarakat Banyuasin dengan harapan, tanaman potensial ini dapat dibudidayakan di Kabupaten Banyuasin.

“Kita kemarin sudah lakukan launching bersama Pak Gubernur memberikan semangat dan juga ada tempat demplot nya untuk penanaman Porang, jadi kita sudah ngumpulkan beberapa Gapoktan para petani, dan para pemerintah kecamatan dan desa, bahwa Porang ini prospeknya sangat luar biasa.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, Askolani Jasi mengungkapkan hal yang sama dengan Gubernur Sumsel, para petani porang di Banyuasin masih terkendala akan hilirisasi dari komoditas tersebut.

“Walaupun sekarang sebenarnya sudah ada pembeli, tapi saat ini petani menjual dalam bentuk umbi-umbian. Dan sekarang masyakarat kita itu ingin dalam bentu barang yang jadi (produk turunan dari porang).”

Meski demikian, Askolani optimis budidaya porang ini akan menjadi potensi besar bagi para petani Banyuasin.

Baca Juga :  Pemerintah Daerah Tingkatkan Taraf Hidup Petani Melalui BUMD

“Kalau prospek kedepan ini ada pasar besar di luar negri untuk ekspor porang, tadi pak menteri sudah menyampaikan tadi kita ekspor tidak dalam bentuk umbi tapi sudah dalam bentuk turunan, kalau bisa sudah dalam bentuk beras Porang. Minimal dua tahun kita sudah bisa hitung target, kalau sekarang baru mulai tanam.” Ungkapnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya