29 November 2021 - 04:04 WIB | Dibaca : 2,018 kali

Pengamat Musik dan Wartawan Senior Bens Leo Tutup Usia Pagi Tadi

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, JAKARTA : Kabar duka di awal pekan ini, pengamat musik yang juga wartawan senior Benedictus Benny Hadi Utomo atau yang familiar disapa Bens Leo tutup usia pagi tadi, Senin (29/11/21) di RS Fatmawati, Jakarta Selatan di usia 69 tahun.

Berita duka ini dibagikan Adib Hidayat melalui akun Twitternya @AdibHidayat

“Selamat jalan Mas Bens Leo. Kita telah kehilangan sosok wartawan dan pemerhati music Indonesia tak tergantikan. Konfirmasi dari istri beliau, Mbak Pauline yang mengirim kabar ke The @RiaHDradjat pukul 08.24 WIB pagi ini.” Cuitnya.

Sempat dikonfirmasi salah satu rekan Almarhum, Bens dikabarkan positif Covid-19 dan sempat dirawat intensif di Rumah Sakit.

Bens mengalami sesak napas dan kesulitan tidur.

“Saya mau update kondisi Mas Bens. Posisi Mas Bens di RS Fatmawati masih belum stabil saturasinya, masih di angka 95, masih sesak dan sulit tidur. Sementara suhunya sudah turun menjadi 37,” tulis Nini Sunny pada Selasa (23/11/21).

Dalam keterangan tersebut, Nini juga menjelaskan bahwa bukan hanya Bens Leo yang terinfeksi, tapi juga istri dan anaknya.

Baca Juga :  Peringati Tragedi Mei 98, Forum Sekjen Cipayung Plus Napak Tilas ke Makam Para Korban

Jejak Karir

Melansir Tribunnews Karirnya dimulai ketika gagal dalam seleksi pendidikan AKABRI, terlambat mendaftar masuk ke pendidikan penerbang di Curug, dan merasa berat untuk meminta uang kuliah dari Ibunya yang single parent.

Ia nekat mewawancarai anggota Koes Plus, Tonny Koeswoyo dengan peralatan seadanya. Beruntung, Tonny dengan rendah hati mau melayani permintaannya.

Berita tersebut ia kirim ke Berita Yudha Sport & Film.

Hasilnya, sepekan setelah itu, tulisannya yang berjudul ‘Sejarah Koes Bersaudara’ dimuat sebagai headline di koran tersebut.

Ia kemudian direkrut untuk menulis di rubrik Seni Budaya. Mengetahui hal ini, Tony Koeswoyo memberinya referensi untuk mewawancarai Panbers.

Wawancaranya dengan Panbers dikirimkan ke Aktuil. Dari Aktuil, ia mendapat nama alias “Bens Leo”.

Karirnya terus menanjak Rasela, Gipsy, Barong’s Band, juga liputan tentang Festival Lagu Pop Indonesia.

Bahkan pada tahun 1974, ia mulai ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia yang bermuara di World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang.

Pada tahun 1976, diundang atas nama pribadi dan AKTUIL sebagai satu-satunya wartawan musik Indonesia yang meliput World Popular Song Festival Tokyo, Jepang 1976, mendampingi Guruh Soekarno Putra, Grace Simon dan Idris Sardi.

Baca Juga :  Pandangan Staf Waketum IV LMND Terhadap Permendikbud Ristek No. 30 tahun 2021

Tahun 2000, di ajak oleh Maxi Gunawan, seorang musisi dan pengusaha, untuk membangun kerajaan bisnis media cetak musik, yang kemudian diberi nama NewsMusik.

Namun, ia mengundurkan diri pada tahun 2003

Melawan Pembajakan

Bens Leo sangat lantang menentang pembajakan di dunia musik. Bagi Bens Leo, masalah ini tidak hanya tentang perusahaan rekaman atau pemerintah, tetapi juga sesama musisi.

Maraknya pelanggaran atau pembajakan hak cipta juga dipicu oleh menurunya penjualan karya musik dalam bentuk fisik.

Kini Bens telah tiada, keluarga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan Almarhum semasa hidupnya melalui akun Instagram.

Dengan segala kerendahan hati, kami mohon dimaafkan segala kesalahan beliau semasa hidupnya,” tulis pesan tersebut.

Keluarga juga meminta kepada para sahabat untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Bens Leo cukup dengan memberikan doa dari rumah masing-masing.

 

 

Komentar