oleh

Pelabuhan Tanjung Carat ; Dorong Potensi Ekspor Sumatera Selatan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :332 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (15/08/2021): Sumatera Selatan ikut andil pada kegiatan ekspor serentak Merdeka Ekspor dari 17 pintu masuk pelabuhan internasional Indonesia yang di kirim ke 61 negara tujuan.

Pada kegiatan ekspor pertama ini, tak tanggung-tanggung, hasil pertanian yang diekspor mencapai nilai Rp 7.28 triliun.

Sumatera Selatan yang memiliki topografi menengah beriklim tropis menjadikan Sumsel kaya akan hasil bumi, pada kesempatan ini, jumlah produk pertanian yang di kirim dari Sumsel mencapai Rp 138 miliar.

Meski demikian, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, Sumsel masih bisa menghasilkan lebih dari ini. Namun dikatakannya, kegiatan ekspor di Sumsel terkendala dengan lokasi pelabuhan di Sumsel IPC II Boom Baru Palembang yang berada di tengah-tengah kota membuat macet akses kontainer.

“Sebenarnya dalam waktu seminggu ini Balai Karantina dan seluruh teman-teman eksportir punya kemampuan yang lebih untuk dapat ekspor hari ini, tapi hari ini cuman 138 miliar nilainya di karenakan keterbatasan pelabuhan kami yang di tengah kota, kecil, dan membuat macet, hingga kemampuan kontainer sangat terbatas.” Kata Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan saat bincang bersama Menteri Pertanian RI secara virtual pada kegiatan Merdeka Ekspor yang diikuti dari pelabuhan IPC II Boom Baru Palembang, Sabtu (14/08/21).

Baca Juga :  Wabup Banyuasin Mengecek Alat Pemadaman Karhutla ; Ada Yang Rusak !

Lebih lanjut, guna meningkatkan kemampuan ekspor di bumi Sriwijaya, Herman Deru meminta dukungan pengembangan pelabuhan Tanjung Carat yang berada di Kabupaten Banyuasin agar mendapat dorongan penuh dari Kementerian Pertanian. Yang di ungkapkan saat ini tengah dalam persiapan anggaran pembangunan yang di wacana kan mulai November akan dikerjakan.

“Kami mohon kepada bapak Menteri Pertanian untuk dapat mendorong mengembangkan pemindahan pelabuhan ke Tanjung Carat.”

Untuk diketahui, Pelabuhan Tanjung Carat yang berada di Kabupaten Banyuasin diproyeksikan menjadi pintu gerbang bisnis internasional di Sumatera Selatan.

Pelabuhan Tanjung carat ini akan dibangun di atas lahan seluas 1.330 hektare, yang mana sejumlah 621 hektare merupakan milik Pemerintah Provinsi dan 709 hektare lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang telah dialih fungsikan menjadi area penggunaan lain (APL).

“Pelabuhan Tanjung Carat dalam beberapa bulan lagi akan dilakukan pembangunan RTRW sudah selesai tinggal sekarang mulai pembangunannya tahun ini mulai dianggarkan, insyaallah rencana di bulan November akan dimulai pembangunannya ground breaking.” Terang Bupati Banyuasin, Askolani Jasi.

Baca Juga :  Akhirnya ! 181 CPNS Formasi Tahun 2019 Di Resmikan Hari Ini

Dikatakan Askolani Jasi, pemindahan pelabuhan IPC ke Tanjung Carat akan menggalakkan lagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuasin pada sektor pertanian.

“Mudah-mudahan dengan adanya recana Pelabuhan Tanjung Carat yang letaknya di Kabupaten Banyuasin ini juga yang akan menumbuhkan semangat kita untuk lebih menggiatkan lagi kegiatan di bidang ekspor pertanian.” Tutup Bupati Banyuasin.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya