SWARAID-PALEMBANG, (28/09/2021): Proyek pembangunan pasar tradisional apung di bawah jembatan Musi 2 bakal diberi nama Pasar Apung Darussalam, rencananya akan rampung pada tahun 2022.
Bersama dengan staf khusus Walikota dan jajaran dinas di lingkungan pemerintah kota Palembang, Walikota Palembang Harnojoyo menyampaikan, dalam rencana pembangunan ini akan melakukan pematangan lahan terlebih dahulu.
“Akan kita namai Pasar Apung Darussalam, pada pertama nanti kita bakal pematangan lahan terlebih dahulu,” ujar Harno usai rapat paparan pembangunan pasar apung di Rumah Dinas Walikota Palembang, Selasa (28/09/21).
Rencananya pembangunan pasar apung Darusallam ini bakal rampung dalam satu tahun kedepan, di akui Harnojoyo hingga saat ini tengah dalam persiapan administrasi.
“Tahap selanjutnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang akan membuat tim, terkait dengan schedule pembangunan pasar apung,” lanjutnya.
Sebagai kota yang identik dengan sungai, Harnojoyo mengatakan, pembangunan Pasar Apung Darussalam nantinya menjadi identitas baru kota Palembang.
Di konsep sebagai perpaduan antara pasar apung tradisional dan modern, Pasar Apung Darusallam ini dicanangkan bakal memprioritaskan pedagang kalangan sekitaran Kecamatan Gandus.
Sebab dikatakannya, hingga saat ini di wilayah sekitaran jembatan Musi 2 hanya ada kalangan dua kali dalam seminggu yakni Rabu dan Minggu, yang kalau di hari biasa ada sekitar 70an pedagang, dan akhir pekan bisa sampai 300an pedagang.
“Kalau selama ini cuman kalangan, ini bakal kita buat pasar. Jadi bisa tiap hari, bahkan mungkin juga malam,” terangnya.
Kalau terkait konsep tatanannya, ditegaskan Harnojoyo tidak akan meninggalkan ciri khas kota Palembang itu sendiri seperti kontruksi bangunan juga akan menyesuaikan pasang surut sungai Musi.
Terkait pendanaan, diakui Harnojoyo, hingga saat ini akan fokus kepada desain bangunan itu sendiri, apabila konsep rampung bukan tidak mungkin pembangunan Pasar Apung Darussalam menggunakan dana-dana luar dari kota Palembang.
“Yang penting desain, Kementerian Perdagangan ada, insyaallah dari Gubernur ada, CSR juga mungkin ada, Kementerian Pariwisata juga ada.”
Senada dengan Walikota Palembang, Kepala Dinas Perdagangan menyebutkan pembangunan Pasar Apung Darussalam ini masih dalam penyempurnaan konsep.
Berada tepat di bawah jembatan Musi 2, Pasar Apung Darusallam ini juga sebagai pintu gerbang di kota Palembang, kata M Raimon Lauri pasar apung bakal mengakomodasi pedagang sekitar untuk juga menjajakan kuliner khas kota Palembang sebagai oleh-oleh.
“Terkait dengan kunjungan para pembeli, kita dari tim sudah mempunyai data, jadi 85 persen pembelinya adalah sekitaran pasar, dan sisanya adalah pelancong,” tukas Raymon Lauri, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang.















Komentar