20 September 2020 - 06:30 WIB | Dibaca : 1,639 kali
Topik :

Nabung Sampah Berhadiah Sepeda Motor

Laporan : Novi
Editor : Ki Edi Susilo

Swara.id- Banyuasin (20/09/2020) Untuk memotivasi masyarakat, bank sampah kecamatan Banyuasin II menyiapkan hadiah bagi nasabah penyetor sampah terbanyak melalui kegiatan memilah dan menabung sampah.
Aksi memilah dan menabung sampah ini meliputi Pertama Memilah sampah rumah tangga, memisahkan sampah organik dan anorganik. Kedua  Menabung sampah anorganik berupa sampah plastik yang sudah dibersihkan ke Bank sampah.

Setiap sampah yang disetor ke bank sampah akan dicatat dalam buku tabungan bank sampah dan setiap kelipatan 5 kg akan diberikan satu buah kupon yang akan diikutsertakan dalam pengundian. Pengundian akan dilakukan pada bulan Desember 2020 dengan hadiah utama sepeda motor. ” Antusias warga cukup baik, sudah cukup banyak nasabah bank sampah dari ke lima desa di Banyuasin II ini. Berbarengan dengan World Clean Up Day ini kami harap warga semakin antusias lagi ” Tutur Arpan Tausin  manager bank sampah Kecamatan Banyuasin II kepada SwaraID.

Menurut Arpan, selain menunggu nasabah menyetor sampah ke bank sampah, pihaknya juga aktif bergerak ke lokasi pemukiman dan sepanjang jalan di lima desa di kecamatan Banyuasin II yakni Desa Marga Sungsang dan Desa Sungsang I, II, III, dan IV.

Baca Juga :  Jelang PON 2024, Mawardi Yahya Harapkan KONI Sumsel Fokus Pada Pembinaan Atlet

“Secara teknis operasional insyaallah tidak ada kendala, namun untuk dana dan sarana masih minim. Harga plastik selama pandemi ini tidak stabil, kemudian kami belum ada mesin cacah. Itu sangat diperlukan untuk mengangkat harga jual. Begitu juga kendaraan pengangkut sampah, masih perlu penambahan ” keluhnya.

Ditanya persoalan lain, Arpan menerangkan bahwa bank sampah saat ini masih menumpang di kantor camat dikarenakan kondisi kantor dan gudang yang perlu direhab dan pihaknya telah mengajukan permohonan rehab kepada pihak kecamatan. Beliau berharap bisa segera ada tanggapan dari pihak terkait. ” Kami juga terkendala persoalan sampah yang berserakan dibawah pemukiman dan dibawah jalan. Mengingat struktur tanah lumpur dan banyak sekali kabel listrik warga di bawah jembatan. Tapi kami terus mencari cara untuk menyelesaikan semua” tegas Arpan.

 

Komentar