23 Desember 2021 - 00:03 WIB | Dibaca : 1,139 kali

Menkop Teten Masduki : KUR Tahun Depan Naik Jadi Rp350 Triliun

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, JAKARTA : Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.

Program KUR dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.

Sebagai upaya mewujudkannya, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM.

Program KUR secara resmi diluncurkan pada tanggal 5 November 2007. Pembiayaan yang disalurkan KUR bersumber dari dana perbankan atau lembaga keuangan yang merupakan Penyalur KUR.

Dana yang disediakan berupa dana keperluan modal kerja serta investasi yang disalurkan kepada pelaku UMKM individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau feasible namun belum bankable.

Melansir Kompas, pemerintah akan menaikkan nilai dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2022 menjadi Rp 350 triliun. Naik Rp 65 triliun dari total plafon 2021 sebesar Rp 285 triliun.

Baca Juga :  Pemprov Sumsel Dorong Majunya Sektor UMKM Melalui Expo 2022 di Jabar

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan, pemerintah terus berkomitmen meningkatkan KUR untuk merangsang pertumbuhan sektor perekonomian mikro.

“Tahun depan kita naikkan menjadi Rp 350 triliun untuk dana KUR,” katanya usai meresmikan rumah pelaku UMKM perempuan (UPRINTIS) di Surabaya, Rabu (22/12/2021).

Nilai KUR kata dia akan terus dinaikkan hingga porsi KUR di perbankan sebesar 30 persen dari total kredit yang disediakan pada 2024 mendatang.

“Saat ini porsi KUR dari total kredit perbankan masih 19,8 persen. Angka ini masih kecil sekali,” kata Teten.

Kredit perbankan mikro di Indonesia tertinggal dari Malaysia Dibanding negara lain seperti Malaysia kata Teten, kredit perbankan untuk usaha mikro masih jauh tertinggal.

Di Malaysia kredit perbankan untuk usaha mikro sudah mencapai 50 persen. Realisasi penyaluran KUR tahun 2021 sampai dengan 11 November 2021 berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) mencapai Rp 244,87 triliun dan diberikan kepada 6.480.672 debitur.

Adapun rincian realisasi tersebut sebagai berikut: KUR Super Mikro sebesar Rp9.21 triliun kepada 1.047.506 debitur, KUR Mikro sebesar Rp 152,99 triliun kepada 5.006.263 debitur, KUR Kecil/khusus sebesar Rp 82,65 triliun kepada 425.779 debitur, KUR Penempatan TKI sebesar Rp 17,30 miliar kepada 1.124 debitur.

Baca Juga :  Herman Deru Salurkan Bantuan KUR Senilai Rp 4 Milyar ke Paguyuban Bakso

 

Komentar