SWARAID – JAKARTA, (16/01/21) : Vaksinasi covid-19 tahap pertama di Indonesia telah dimulai sejak Rabu (13/01) dan Presiden Joko Widodo sebagai orang pertama yang menerima disusul di hari berikutnya para Kepala Daerah di seluruh Indonesia, dan akan berlanjut ke masyarakat.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan memberikan sertifikat kesehatan digital bagi masyarakat yang menerima vaksin covid-19 dan sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai syarat bepergian tanpa harus melakukan tes swab.
Dikutip dari Kompas.com Beliau menerangkan, bahwa serifikat digital tersebut dibuat agar masyarakat bersedia divaksin,
“Cuma sertifikatnya bukan sertifikat fisik, tapi sertifikat digital yang bisa ditaruh di Apple Wallet atau Google Wallet, sehingga kalau beliau terbang atau pesan tiket Traveloka tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen.”
Kemudian lebih lanjut, Menkes juga menerangkan bahwa dirinya sepakat pelaksanaaan vaksinasi mestinya tidak dikaitkan dengan konsekuensi pidana, tetapi bisa dilakukan dengan memberi insentif berupa sertifikat digital,
“Nanti saya akan bicarakan dengan Kementerian Perhubungan supaya jadi lebih sifatnya insentif yang diberikan ke masyarakat kalau mereka melakukan vaksinasi. Nanti kami cari aplikasinya bisa dibikin anak-anak muda Indonesia agar bisa menjadi mekanisme screening yang baik dan online.”
Namun wacana tersebut menuai kritikan dari Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo ,
“Cuma hati-hati, divaksin belum berarti bebas, divaksin kemudian lari sana-sini, kena virus, naik pesawat nularin semua, Pak, hati-hati.” Kata Rahmad.















Komentar