SwaraID – Palembang, (14/09/20) : Semakin siang kondisi mahasiswa semakin memanas. Solidaritas tuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal juga di lakukan oleh Gerakan Mahasiswa. Dari pantaun Swara.id terlihat banyak aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasu (LMND ) yang terlibat Aksi Siang ini
Amir Iskandar Ketua Eksekutif Kota Palembang LMND dalam Orasiny Mengaskan “Ketika satu di gigit seribu akan membalas, Universitas PGRI harusnya menjadi wadaah yang akademik dan ilmiah. tidak seharusnya tuntutan mahassiwa di balas dengan persekusi, bukankah PGRI adalah kependekan Persatuan Guru Republik Indonesia, Guru, skali lagi Guru bukan sarang Preman, berarti Rektor PGRI tidak mampu memimpin Universitas. Persekusi adalah tindakan barbar bukan tindakan yang mencerminkan nilai akademik” tegas amir
Amir juga menyuarakan tentang penurunan UKT dalam orasinya. “kami tidak menuntut banyak, kami hanya menuntut turunkan UKT. UKT adalah bagian dari cara komersialisi pendidikan. harusnya kampus paham. di tengah situasi seperti ini. jangan jadikan mahasiswa sapi perah untuk memenuhi pundi pundi kalian.”. Teriak amir dalam orasinya
Selanjutnya Amir menyampaikan dalam orasinya “Kepada menteri pendidikan, lihat kebijakan mu tentang UKT telah memakan korban. harus ada evaluasi besar besaran akan hal ini. berhenti menjadikan mahasiswa sebagai sapi perah. Pendidikan adalah hak dasar rakyat yang harus di penuhi. bukan jadi aset komersialisasi, sampai kapanpun kami akan melawan komersialisi”. Tutup Amir















Komentar