25 Januari 2023 - 07:53 WIB | Dibaca : 8,544 kali

Kabarkan Padaku Jika Tiwi Masih Bisa Selamat

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Karya: NV Wipu

Yang datang malam itu bukan kunang-kunang

Melainkan Tiwi dengan wajah penuh garis kebimbangan

Antara ingin diam atau berteriak

Antara ingin berlari atau berhenti sampai disini

 

Dia datang tidak beserta buket bunga atau sebatang cokelat

Melainkan sekotak tanda tanya dan pilihan-pilihan

Menyerah pada hidup

Atau mengejar mimpi diatas ranjau berduri

 

Aku lihat hatinya remuk

Bekas jahitan dimana-mana

Sebagian besar masih mengeluarkan darah

Sebagian lagi bonyok bernanah

 

Suaranya parau, lelah menagih janji

Pakiannya lusuh, robek disana sini

Hartanya habis dinikmati orang asing

Anak-anaknya kelaparan di rumah ibunya sendiri

 

Ia lalu duduk disampingku

Menceritakan bagaimana kondisi terkini di rumahnya

Para penjaga saling bunuh

Para pengurus rumah tangga saling sikut

 

Semua orang yang dipercaya mengedepankan

keuntungan sendiri

Dengan topeng demi kepentingan bersama,

Tiwi menangis

 

Ia menangis, seketika itu hujan turun deras

Air meninggi, sebagian badan kami terendam banjir

Bukit di samping rumah longsor

Tanah bergetar, kupeluk dia

Baca Juga :  Dongeng dari Negeri Semut

 

Dia melepaskan pelukanku

Lalu berjalan keluar menerobos air yang kian meninggi

Aku takut dia tenggelam

Apalagi tubuhnya begitu lunglai

 

Ia bergegas pulang teringat lumbung padinya

Yang sudah jadi sarang tikus

Takut sisa padi yang tak seberapa itu

Hanyut terseret banjir

 

Aku khawatir ia tak mampu bertahan

Dengan kondisi segawat ini

Tolong,

Kabarkan padaku jika dia masih selamat

Komentar