27 Januari 2022 - 00:02 WIB | Dibaca : 1,040 kali

Memakan Waktu 1 Tahun, Al-Quran Terjemah Bahasa Palembang Berhasil Dicetak

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang berhasil menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah Palembang dalam kurun waktu 1 tahun.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah mengatakan bahwa pembuatan awal dari Al-Qur’an terjemah bahasa daerah Palembang dari ide yang telah direncanakan sejak Februari 2018 lalu dengan berkerjasama dengan Kementerian Agama RI.

Pembuatan tersebut dilakukan sebab UIN Raden Fatah Palembang telah memilki cita-cita dan konsen melestarikan dan mempertahankan eksistensi bahasa saerah dan peradaban Islam Melayu di Palembang.

“Sebetulnya sebelum tahun 2018 kami telah memilki ide untuk membuat penerjemaan tersebut. Akan tetapi, belum dapat diwujudkan. Nah kebetulan datang tawaran dari Puslitbang Lektur Keagamaan khususnya dari Badan Litbang Kementrian Agama RI, dan Alhamdulilahnya proses dalam penerjemaahan ini selesai dengan membutuhkan waktu 1 tahun,” ujarnya saat diwawancarai ketika mengisi kegiatan Diseminasi Terjemahan Al-Qur’an berbasis Palembang. Rabu (26/1/22).

Nyayu juga mengaku, pembuatan ini tidak hanya dilakukan oleh UIN saja akan tetapi juga melibatkan akademisi, ulama dan tokoh-tokoh masyarakat di Palembang.

Baca Juga :  Tingkatkan Tata Kelola Universitas, SPI UIN RF Serahkan Hasil Pengawasan dan Pengendalian Tahun 2023 pada Rektor

Menurutnya penerjemahan Al-Qur’an ini membutuhkan peran orang-orang kompeten di bidangnya masing-masing.

“Sebanyak 20 orang yang ikut berkerjasama dalam proses ini yang diketuai oleh Alfi Julizun Anwar sebagai dosen di UIN Raden Fatah itu sendiri, dan anggotanya terdiri dari pakar serta toko masyarakat yang telah berkompeten,” jelasnya.

Tidak hanya itu, bahasa Palembang yang digunakan dalam terjemah Al-Qur’an merupakan bahasa asli dari nenek moyang yang sudah jarang dipakai oleh masyarakat, terutama Kota Palembang itu sendiri.

Namun, terdapat beberapa keterbatasaan yang dialamai membuat pihak UIN RF hanya bisa mencetak Al-Qur’an sebanyak 70 eksemplar saja pada cetakan pertama. Sehingga pembagian tersebut hanya diberikan beberapa instansi dan orang tertentu.

“Tercetak hanya 70 ekslemplar di cetakan awal yang baru dibagikan ke tokoh masyarakat, instansi terkait dan pemerintah kota Palembang, dinas-dinas terkait,” katanya.

Ke depannya akan terus dilakukan kerjasama dengan instansi terkait agar bisa lebih meningkatkan jumlah cetakan Al-Quran tersebut dan menjadi dua jenis, yaitu hardcopy dan e-book.

Baca Juga :  Asesmen Lapangan Prodi PMI FDK UIN Raden Fatah Berlangsung Selama 2 Hari

“Sebenarnya ada 2 versi, cetak dan e-book, kalau untuk versi cetak kita mencari kerjasama dan akan menawarkannya kepada pemerintah kota, khususnya dinas kebudayaan, pariwisata dan pendidikan yang mungkin akan bersedia membantu menambah versi cetak sehingga dapat diberikan kepada masyarakat, kalau untuk versi PDF akan kita upayakan kerjasama dengan Banlitbang Kementerian Agama,” jelasnya.

Sementara itu, Nyayu merasa bahagia dan cukup lega karena telah melalui proses suka dan duka dalam proses pembuatan Al-Qur’an tersebut.

“Kendalanya adalah ketelitian dan pemahaman, karena tidak banyak orang yang memiliki keahlian untuk bisa menerjemahkan Al-Quran terlebih maknanya,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja mengaku sangat mengapresiasi hasil kerjasama yang dilakukan tokoh-tokoh yang ikut terlibat dalam proses pembuatan Al-Quran terjemah bahasa Palembang.

Mengingat hal ini akan menjadi perpaduan agama dan budaya yang apik, dan dapat menyatukan masyarakat dari kedua unsur tersebut.

“Tentunya hal ini merupakan kegiatan yang positif karena secara tidak langsung kelestarian bahasa daerah dapat disampaikan kepada generasi melalui mahakarya seperti ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Istri dan Anak Nelayan di Satu Malam

Komentar