26 September 2020 - 11:32 WIB | Dibaca : 1,432 kali

Jorok!!! Sampah Menggunung Akibatkan Bau Busuk, kerap Sebabkan Kecelakaan

Laporan : Surya
Editor : Egi Saputra

SwaraID – Palembang, (26/09/20) : Warga setempat mengeluhkan sampah yang menumpuk hingga berserakan sampai kebadan jalan yang berlokasi disebrang Lorong Darma Bakti, Jalan Talang Kerangga, 30 Ilir Palembang.

Tumpukan sampai yang hampir memakan setengah badan jalan ini kerap kali menyebabkan kecelakaan, karena posisi bak sampah pas sekali ditikungan jalan itu. Selain itu tumpukan sampah itu mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Surahmat (23) warga kelurahan 30 Ilir yang bengkelnya tepat berada disebrang bak sampah tersebut juga mengeluhkan dengan sampah yang bertumpuk serta berserakan sampai ke badan jalan.

“Sebenarnya saya sudah lama mengeluhkan ini, tetapi mau bagaimana lagi setiap malam hari pasti bak sampah itu melebihi kapasitasnya sehingga berserakan sampai ke badan jalan, pengguna jalan yang melintas disini merasa tidak nyaman dan tidak jarang menyebabkan kecelakaan akibat jalan menjadi licin dan sampah yang menghalangi, selain itu tumpukan sampah itu mengeluarkan aroma yang tidak sedap,” ungkapnya kepada SwaraID.

“Miris sebenarnya dengan pemandangan ini, tapi mau bagaimana lagi bak sampah yang sangat kecil, sedangkan warga yang membuang sampah disini sangat lah ramai, jadi wajar jika bak sampah itu tidak bisa menampungnya,” lanjut pria yang akrab di panggil Mamat Vespa tersebut.

Baca Juga :  Gempar ! Warga Temukan Mayat Tukang Becak Membusuk di Kontrakan

Lebih lanjut dia berharap kepada pihak yang berwenang untuk sigab merespon keluhan dari masyarakat mengenai persoalan sampah ini.

“Harapan saya kepada Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang segera mengangkut sampah tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari. Bukan hanya 1 kali saja dalam sehari. Jadi kalau dilakukan 2 kali dalam sehari pasti tidak akan terjadinya penumpukan seperti itu. Dan bila perlu bak sampahnya juga di perbesar agar bisa menampung kapasitas sampah yang dibuang warga.” Tutupnya.

Komentar