9 Maret 2023 - 12:30 WIB | Dibaca : 665 kali

Jalur Lalu Lintas Pagar Alam-Lahat Dialihkan, Sejumlah Bantuan Berdatangan

Laporan : Surya
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, LAHAT: Satlantas Polres Pagar Alam melalui Unit Turjawali melakukan pengalihan jalur lalu lintas di jalan lintas negara yang menghubungkan Pagar Alam – Lahat untuk menghindari kemacetan akibat banjir bandang, Kamis (09/03/23).

Seperti di Simpang Bacang, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, juga pengalihan jalur sementara kendaraan agar melintas ke Kabupaten Empat Lawang.

Diterangkan Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin Irawan SIK melalui Kasat Lantas AKP Teguh Hidayat, akibat banjir bandang aliran Sungai Lematang dan longsor di kawasan jalur alternatif Gumay Ulu terdapat titik longsor dilakukan pengalihan jalur lalu lintas.

“Tidak hanya mengantisipasi kemacetan arus jalan atau penumpukan kendaraan namun juga mencegah hal-hal yang tak diingkan (kecelakaan lalulintas, red),” katanya.

Anggota juga telah memasang rambu peringatan di Simpang Bacang, dan menyiagakan anggota di titik jalan lain.

“Untuk sementara arus lalu lintas bagi kendaraan masyarakat Pagaralam atau dari daerah lainnya dialihkan ke jalur Jarai menuju Empat Lawang,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, banjir bandang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan merendam tiga desa dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, Kamis, (9/3/23).

Baca Juga :  Breaking News ! Warung di Jalan Rajawali Hangus, Ada Korban

Tiga desa yang terendam banjir bandang terdiri dari Desa Pelajaran dan Nanti Giri Kecamatan Jarai, serta Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulaupinang Kabupaten Lahat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat, Ali Afandi mengatakan, proses evakuasi korban banjir bandang di Lahat masih terus dilakukan.

“Tim pertolongan gabungan masih di lokasi, mengevakuasi warga,” kata Ali Afandi, Kamis (9/3/23).

Banjir tersebut disebabkan meluapnya air Sungai Lematang setelah kawasan itu diguyur hujan deras selama dua hari terakhir.

Pihaknya mencatat warga yang terdampak banjir sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB mencapai 3.000 jiwa.

“Akibat banjir bandang ini, Jembatan Tanjung Sirih yang menghubungkan Lahat – Kota Pagar Alam via Gumay Ulu ditutup sementara karena ketinggian air sudah melewati jembatan,” jelas Ali.

Seorang bocah laki-laki berinisial GD (11) warga Bandar Agung, Lahat, meninggal setelah terseret arus, jasadnya ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB tim Basarnas.

Diketahui sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan bahwa satu anak bernama Giga Danuri (11) tewas terbawa arus Sungai Lematang akibat banjir bandang tersebut.

Baca Juga :  Setelah Berjuang Selama 3 Hari, Akhirnya NF Menyusul Sang Adik

“Untuk banyaknya rumah dan kerugian material akibat banjir bandnag ini masih dihitung. Namun dari laporan yang diterima, satu anak atas nama Giga Danuri (11) tewas karena terbawa arus,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi sejak Rabu (8/3/23) menjadi penyebab terjadinya banjir bandang yang membuat Sungai Lematang meluap dan merendam seluruh rumah warga.

Bahkan, sawah milik warga juga ikut terendam.

“Selain rumah, sawah milik warga juga ikut terendam banjir,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian, seperti logistik, tenda darurat, dan tim psikolog untuk membantu menghilangkan trauma para korban.

Dapur umum juga dibuka untuk membantu para korban. Hingga laporan terakhir pada pukul 11.00 WIB, hujan deras masih terus berlangsung di daerah tersebut.

Jumlah rumah terendam dan kerugian materil masih dihitung oleh BPBD Sumatera Selatan.

“Kami juga membuka dapur umum untuk membantu para korban. Dari laporan terakhir, sekitar pukul 11.00 WIB hujan deras masih berlangsung di sana,” jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Terseret Arus Banjir, Sesosok Mayat Ditemukan di Desa Payo

Komentar