SwaraID – Palembang, (30/09/20) : Acara peresmian gedung dan pelayanan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Ketua PMI Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustianda yang juga selaku ketua PMI Kota Palembang, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel Dra. Lesti Nuraini, Apt., M.Kes., BPBD Provinsi Sumsel, H. Iriansyah, S.Sos., SKM., M.Kes., TGUPP Bidang Kesehatan, TGUPP Bidang Media, TGUPP Bidang Pemerintahan yang diadakan dihalaman Unit Donor Darah PMI Provinsi Sumatera Selatan. Rabu, (30/09/2020).
Ketua PMI Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, menghimbau kepada masyarakat maupun komunitas-komunitas agar jangan ragu untuk mendonorkan darah karena pihaknya telah menyiapkan unit donor darah keliling yang siap menjemput bola.
“Kepada masyarakat jangan pernah takut untuk mendonorkan darah, karena darah sangat berguna bagi masyarakat. Jadi disini kami telah menyiapkan 1 UDD Provinsi Sumsel dan 2 gerai yang ada dipos kesehatan Provinsi Sumsel dan RS. Siti Fathima. Selain itu masyarakat juga bisa mendonorkan darahnya dibeberapa titik di PMI Kota Palembang, jika ada komunitas yang ingin mendonorkan darah tapi tidak sempat kesini kami juga membuat unit donor darah keliling, contohnya kami akan datang ketempat dan akan di bawa ke UGD PMI.” Ujar Febrita.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustianda yang juga selaku ketua PMI Kota Palembang menyampaikan hal yang senada.
“Saya ucapkan selamat atas peresmian Unit Donor Danar PMI Provinsi Sumatra Selatan. Kepada masyarakat Kota Palembang semoga kita semakin bersinergi membantu masyarakat Palembang untuk memenuhi kebutuhan darah karena sekarang ini kebutuhan darah sendiri sudah 5 (lima) ribu kantong perbulan, maka jika tidak ada suport dari masyarakat Kota Palembang kita sangat kesulitan apalagi dimasa pandemi ini pasti sangat banyak yang membutuhkan. Ingat jangan khawatir jangan takut untuk mendonorkan darah karena PMI mempunyai standar protokol kesehatan yang sangat baik. Kami harap masyarakat Palembang mendonorkan darah 2 bulan sekali.” Ujar Fitrianti.
Sementara itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengajak semua elemen bersinegri dalam program donor darah dan mengontrol regulasinya guna memangkas terjadinya transaksional dalam pendistribusiannya.
“Saya mengingatkan bahwa membangun aktivitas jauh lebih berat dari pada membangun infrastruktur, maka kita harus memanfaatkan pelayanan yang sudah ada ini, harapan saya setelah UDD ini berjalan, regulasi darah dapat digunakan dengan benar, didistribusikan dengan benar dan yang terpenting tidak ada transaksional ini. Bahwa unit ini menerima dan memberi kepada rumah sakit yang membutuhkan pasokan darah di Sumsel. Pesan saya kepada Ibu wakil walikota sekaligus Ketua PMI Kota Palembang harus bersinergi, kita harus brantas transaksi darah.” Tutup Gubernur Sumsel tersebut.















Komentar