16 Januari 2022 - 01:23 WIB | Dibaca : 849 kali

English Campung Pandai 13 Ulu; Ketika Bahasa Inggris Diajarkan Secara Gratis

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Program English Campung Pandai 13 Ulu, bentuk upaya membangun literasi anak-anak agar dapat mempelajari bahasa inggris dan keterampilan lainnya berjalan tanpa pungutan biaya alias gratis.

Duta Literasi Provinsi Sumsel Ratu Tenny mengatakan sangat mendukung dengan adanya program seperti ini dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Sumsel dalam menyebarkan pendidikan dan meningkatan indeks literasi anak-anak.

“Semoga dengan adanya program seperti ini dapat menjadi contoh dan makin banyak lagi taman baca, pusat pembelajaran gratis dalam menyebar pendidikan serta meningkatkan indeks baca terhadap anak-anak,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Sabtu (15/1/22).

Tidak hanya itu, Kadis Pendidikan Sumsel Riza Fahlevi mengatakan Minat bahasa inggris sendiri pada anak-anak sudah bisa dikatakan cukup tinggi karena sudah menjadi kebutuhan.

Menurut Riza, program seperti ini hanya kekurangan guru yang vokasi kejuruan dan kesadaran dalam belajar bahasa inggris sebagai kebiasaan.

“Guru itu seharusnya memiliki kesadaran tinggi untuk menjadikan bahasa inggris sebagai kebiasaan dalam berkomunikasi, dan kita kekurangan guru yang vokasi kejuruan,” katanya.

Baca Juga :  Ketua PD KMHDI Sumsel 2018-2020 Maju Sebagai Balon Ketua Presidium PP KMHDI

Sementara itu, inisiator English Campung Pandai 13 Ulu, Najmah mengatakan anak-anak dikampung harus memiliki nasib yang sama untuk menjadi orang sukses dan berpendidikan tinggi hanya dimodalkan rajin belajar saja.

“Saya S1 beasiswa di unsri, S2 di Australia dan S3 di Selandia Baru dan hanya dimodalkan rajin belajar, saya ingin anak-anak di kampungku punya kesempatan yang sama,” ujar Najmah.

Najmah menambahkan, pihaknya berupaya mencari pola yang dapat menarik minat anak-anak dalam belajar, sebab anggapan bahwa belajar Bahasa Inggris itu sulit masih melekat di sebagian besar orang.

“Ternyata anak-anak punya persepsi bahwa belajar bahasa inggris itu susah jadi kami mengkobinasikan dengan main dan promosi kesehatan seperti organ tubuh, jadi bagaimana pecegahan pelecehan seksual terhadap anak sudah kita kenalkan sejak kita membuat English Campung akhir desember 2019,” jelasnya.

Lebih Lanjut, ia juga menyatakan perlu untuk melakukan pendekatan dalam pemberdayaan para ibu, karang taruna, mahasiswa, dan nenek-nenek pelestari bingen agar dapat membantu jalannya program ini.

Baca Juga :  Disdik Kota Palembang Persiapkan Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru

“Program itu sangat penting bukan hanya untuk pecitraan tapi memang kita pengen bergerak dari hati karena prinsip kita itu ‘kindnes is free,” tambahnya.

Najmah menyampaikan rasa syukur karena banyak pihak yang mulai berdatangan ikut berpartisipasi sebagai relawan tanpa diundang.

“Alhamdulillah ya, saat ini volunteer untuk tahun awal sebenarnya hanya 10 tapi sekarang sudah meningkat jadi 40 volunteer dengan jumlah anak 150an, dan sudah banyak volunteer datang tanpa diundang,” katanya.

Disampaikan Najmah, pada dasarnya tidak terlalu mengharapkan anak-anak bisa secara penuh memahami bahasa Inggris.

Akan tetapi, lebih menginspirasikan ibu-ibu bahwa bahasa inggris itu tidak susah dan mereka mengkursuskan anaknya lebih lanjut.

Menambah Informasi, English Campung Pandai 13 Ulu terdiri dari anak-anak TK dan SD yang berada di Kampung Pandai 13 Ulu, Kelurahan 13 Ulu Palembang.

Pendamping kegiatan English Campung -Kampung Pandai 13 Ulu- ini yaitu relawan dari Universitas Sriwijaya yang didominasi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat.

English Campung Pandai 13 Ulu ini biasanya dijadwalkan hanya Sabtu saja. Namun, disesuaikan dengan event dan lainnya.

Baca Juga :  Kadisdik Kota Palembang : Durasi PTM Ditambah Menjadi 3 Jam!

“Dengan adanya English Cam mereka jadi senang karena sering bertemu, apalagi sudah offline ya,” tuturnya.

Menarinya, metode belajar yang diterapkan merupakan kombinasi dengan kurikulum yang diterapkan di Selandia Baru.

“Metodenya kita sama dengan di Selandia Baru ya, yaitu belajar, bermain, bernyanyi dan kreativitas, agar anak-anak tidak monoton karena bermain. Kadang juga bermain permainan tradisional.” ujarnya.

Najmah berharap semoga semakin banyak relawan yang membantu sehingga dapat mengembangkan kampung pandai kecamatan dan kabupaten/kota lainnya.

“Saya hanya bermimpi English Campung Pandai 13 Ulu ini dapat berkembang ke kecamatan dan kabupaten kota lainnya,” harap Najmah.

Ia juga menekankan, bahwa tanpa uang masyarakat masih bisa jalan.

“Tergat kami pertama mengajarkan bahas Inggris dasar, dapat terhindar dari pelecahan seksual, protokol kesehatan tetap dijalankan, kesehatan gigi, dan terakhir ada dongeng tentang Islam,” tutupnya.

Komentar