Karya: NV Wipu
Langit kian merah manakala bala tentara semut menyerang seekor gajah tua
Yang telah merusak kerajaan mereka
Berhamburan hasil kerjasama tim penata kerajaan
Yang telah bekerja siang malam
Tak sedikit pula rakyat semut jadi korban
Korban luka dan korban jiwa
Begitu besar kerugian yang mereka derita
Yang disebabkan oleh si gajah tua
Seekor semut mengenakan helm proyek
Berdiri tolak pinggang
Menyaksikan bangunan yang tertata rapi di bawah komandonya
Rata dengan tanah
Berdiri paling depan memimpin pasukan
Seekor semut mengenakan baret
Dengan peluit tergantung di leher
Mukanya merah dilumur amarah
Ditiuplah peluit tanda peyerangan dimulai
Seketika ribuan semut bergerak serentak
Mengikuti komando kepala pasukan
Dengan target melumpuhkan lawan
Berlarian semut-semut memanjati tubuh besar gajah
Serasa menempuh berkilo-kilo meter perjalanan
Tim dibagi jadi beberapa
Tim pertama menuju target lubang telinga
Tim kedua pun bergerak menuju area mata
Sedangkan tim ketiga mengejar area sensitif, kemaluan
Lalu tim ke empat menuju target paling ekstrem, lubang pembuangan
Ternyata gajah tua tak menyadari tubuhnya
Telah dikepung oleh pasukan kecil yang diam-diam mematikan
Dan penuh strategi
Gajah berjalan terus tanpa merasakan keanehan
Sementara di sudut istana semut yang telah porak-poranda
Sang ratu tengah mengerang menahan mulas hendak bertelur
Beberapa pengawal istana berjaga dengan perasaan was-was
Muka dukun beranak pun penuh kecemasan
Para pasukan tengah berjuang menyelamatkan harga diri kaum semut
Sementara sang ratu
Berjuang bertaruh nyawa menelurkan keturunan
Penerus kaum semut
Tak selang berapa lama
Terdengar lengkuhan keras
Gajah tua besar tersungkur diantara semak
Sepertinya bala tentara semut berhasil melumpuhkannya
Seketika dukun beranak pun berteriak
Ratu telah menelurkan putranya
Telurnya sehat dan normal
Bersegera pasukan ditarik mundur
Bergegas berbenah dan mengevakuasi para korban
Yang terluka segera mendapat pengobatan
Yang tewas segera dikubur dan didoakan
Yang porakporanda kembali dipugar
Sejahteralah mereka
Hidup dalam kesamarasaan.










Komentar