8 Oktober 2022 - 12:26 WIB | Dibaca : 767 kali

Dongeng dari Negeri Semut

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Karya: NV Wipu   

Langit kian merah manakala bala tentara semut menyerang seekor gajah tua

Yang telah merusak kerajaan mereka

Berhamburan hasil kerjasama tim penata kerajaan

Yang telah bekerja siang malam

 

Tak sedikit pula rakyat semut jadi korban

Korban luka dan korban jiwa

Begitu besar kerugian yang mereka derita

Yang disebabkan oleh si gajah tua

 

Seekor semut mengenakan helm proyek

Berdiri tolak pinggang

Menyaksikan bangunan yang tertata rapi di bawah komandonya

Rata dengan tanah

 

Berdiri paling depan memimpin pasukan

Seekor semut mengenakan baret

Dengan peluit tergantung di leher

Mukanya merah dilumur amarah

 

Ditiuplah peluit tanda peyerangan dimulai

Seketika ribuan semut bergerak serentak

Mengikuti komando kepala pasukan

Dengan target melumpuhkan lawan

 

Berlarian semut-semut memanjati tubuh besar gajah

Serasa menempuh berkilo-kilo meter perjalanan

 

Tim dibagi jadi beberapa

Tim pertama menuju target lubang telinga

Tim kedua pun bergerak menuju area mata

Sedangkan tim ketiga mengejar area sensitif, kemaluan

Baca Juga :  Puisi-puisi Karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

Lalu tim ke empat menuju target paling ekstrem, lubang pembuangan

 

Ternyata gajah tua tak menyadari tubuhnya

Telah dikepung oleh pasukan kecil yang diam-diam mematikan

Dan penuh strategi

Gajah berjalan terus tanpa merasakan keanehan

 

Sementara di sudut istana semut yang telah porak-poranda

Sang ratu tengah mengerang menahan mulas hendak bertelur

Beberapa pengawal istana berjaga dengan perasaan was-was

Muka dukun beranak pun penuh kecemasan

 

Para pasukan tengah berjuang menyelamatkan harga diri kaum semut

Sementara sang ratu

Berjuang bertaruh nyawa menelurkan keturunan

Penerus kaum semut

 

Tak selang berapa lama

Terdengar lengkuhan keras

Gajah tua besar tersungkur diantara semak

Sepertinya bala tentara semut berhasil melumpuhkannya

Seketika dukun beranak pun berteriak

Ratu telah menelurkan putranya

Telurnya sehat dan normal

 

Bersegera pasukan ditarik mundur

Bergegas berbenah dan mengevakuasi para korban

Yang terluka segera mendapat pengobatan

Yang tewas segera dikubur dan didoakan

Yang porakporanda kembali dipugar

 

Sejahteralah mereka

Hidup dalam kesamarasaan.

Baca Juga :  Memakan Waktu 1 Tahun, Al-Quran Terjemah Bahasa Palembang Berhasil Dicetak

Komentar