Di Banyuasin sudah banyak, WO, photografer dan perias yang hebat dan profesional, jadi cintailah produk dan jasa aseli dari bumi sedulang setudung
SWARAID, BANYUASIN: Sejumlah fotografer dan penata rias se-Banyuasin berkumpul di Graha Sedulang Setudung (GSS) Banyuasin dalam rangka pagelaran HUT komunitas KFB dan KPB.
Wakil Ketua DPRD Banyuasin yang turut hadir, menyampaikan dukungannya secara langsung untuk kemajuan komunitas di Banyuasin.
Hadir pula dalam kemeriahan acara, Wakil Bupati Banyuasin, Ka. Diskominfo, Ka. Satpol-PP dan Damkar, Ka. Kesbangpol Kab. Banyuasin.
Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Noor Ishmatuddin, S.IP mengatakan, bahwa dirinya secara pribadi sangat mendukung dan mengapresiasi adanya komunitas KFB dan KPB di Kab. Banyuasin, dia menilai komunitas semacam ini akan menjadi wadah dan peluang dalam mencari bibit-bibit fotografer dan perias di Banyuasin.
“Kami ucapkan selamat anniversary kepada KFB dan KPB, Mudah-mudahan komunitas ini menjadi wadah untuk masyarakat, khususnya kaum muda untuk menimba ilmu, selain dapat menyalurkan hobi secara positif tentu saja akan menghasilkan output yang positif bagi masyarakat Kab. Banyuasin,” kata Noor, Kamis (22/12/22).
Di tengah pesatnya kemajuan zaman saat ini, dan munculnya berbagai usaha dibidang kreatif, tentu saja masyarakat Banyuasin khususnya kaum milenial harus mengikuti segala perubahan dan mampu melihat peluang usaha yang baru.
Anggota DPRD termuda ini menilai, potensi SDM yang ada di Banyuasin tidak kalah dari daerah lainnya, KFB dan KPB telah membuktikan bahwa Banyuasin memiliki photografer dan perias yang mampu bersaing dalam segi kualitas.
“Kami himbau kepada masyarakat Banyuasin, kedepan jika ingin menggunakan jasa photografi dan perias untuk acara- acara, tidak perlu lagi menggunakan jasa dari daerah lain, karena sekarang di Banyuasin sudah banyak, WO, photografer dan perias yang hebat dan profesional, jadi cintailah produk dan jasa aseli dari bumi sedulang setudung,” ujar dia.
“Kedepan komunitas seperti ini akan terus kita bina dan tentu harapannya akan terus bersinergi bersama pemerintah Kab. Banyuasin,” sambungnya.
Sementara, Sekretaris Disporapar Kab. Banyuasin, Siradjuddin Sirodj, S. Sos menjelaskan bahwa di Disporapar sendiri ada bidang ekonomi kreatif, dan ini merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang tumbuh kembang dari masyarakat. Pemerintah Kab. Banyuasi melalui Disporapar sangat mendukung sekali.
“Dulu kita pernah adakan lomba fotografi sembilang, dan mungkin nanti kedepan ini akan kita konfigurasi antara KFB ini dengan kegiatan fashion show dan lain-lain, menurut saya sangat bagus sekali, kami ucapkan terimakasih pada penyelenggara,” ujar Sirodj.
Komunitas Keluarga Fotografi Banyuasin (KFB) dan Keluarga Perias Banyuasin (KPB) merupakan 2 komunitas yang lahir dari pelaku photografi, wo dan perias hingga membentuk suatu wadah bersama.
Ketua KFB, Didi Darmadi mengatakan bahwa kegiatan Anniversary KFB dan KPB sebagai titik awal bagi pelaku usaha photografi, wo, dan perias untuk bangkit kembali dari masa pendemi yang beberapa tahun terakhir melanda.
“Hampir seluruh pelaku usaha kolaps karena pendemi, jadi di pertengahan tahun 2022 sejak pendemi statusnya berubah menjadi endemi, itulah saat kebangkitan dari kami, para pelaku usaha dibidang photografi, wo dan perias atau makeup artis dan hari ini adalah momentum bagi kami, untuk itu kami mengangkat tema “Bangkit Setelah Pendemi” dalam kegiatan ini,” ungkap Didi.
Saat ini ada 40 anggota resmi yang telah terdaftar di KFB, sekitar 120 anggota statusnya sebagai calon anggota. Sementara, untuk keanggotaan di KPB sendiri saat ini ada 115 anggota resmi yang terdaftar. Didi menjelaskan, untuk bergabung kedalam komunitas ini tidak ada syarat yang khusus, cukup memiliki hobi yang sama di bidang photografi dan rias, memiliki kemauan belajar, semua orang boleh bergabung.











Komentar