SWARAID, JAKARTA: Tiga provinsi Daerah Otonom Baru (DOB) akan diresmikan Kemendagri esok hari, Jumat (11/11/22) pukul 08.30 WIB di kantor Kemendagri, Jl Merdeka Utara, Jkarta Pusat.
Dijadwalkan, di hari yang sama pula akan dilakukan pelantikan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Adapun peresmian dan pelantikan akan disiarkan secara langsung lewat YouTube Kemendagri.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menargetkan tiga provinsi DOB di Papua diresmikan akhir Oktober atau awal November. Tiga DOB ini terdiri atas Provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
“Kita tahu bahwa ada tiga DOB yang akan segera diresmikan mungkin akhir bulan ini paling lambat awal November dengan pelantikan pejabat gubernurnya,” kata Tito di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (17/10/22).
Peresmian tersebut nantinya akan ditandai dengan pelantikan tiga orang penjabat (Pj) gubernur yang sudah ditunjuk untuk memimpin tiga provinsi baru tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menyinggung Kabupaten Tolikara yang nantinya bakal bergabung ke dalam Provinsi Papua Pegunungan.
Oleh karena itu, secara khusus dia meminta Pj Bupati Tolikara Marthen Kogoya bisa mendukung pembentukan provinsi baru tersebut.
“Yang sebentar lagi nggak lama lagi tiga minggu lagi mungkin segera kita resmikan (tiga DOB tersebut),” kata dia.
Sebagai informasi, pemerintah resmi melakukan pemekaran tiga DOB di Papua itu pada 30 Juni 2022. DOB tersebut merupakan usulan pemerintah yang diajukan ke DPR.
Sempat disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo, pembentukan 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua.
Melalui pembentukan DOB tersebut, pemerintah berupaya mempercepat berbagai pembangunan di Papua.
Hal itu juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua.
Wempi menjelaskan kondisi geografis Provinsi Papua begitu luas dan ini membuat laju pembangunan di wilayah pesisir dengan wilayah pegunungan relatif berbeda.
Menurutnya, hal itu menimbulkan ketimpangan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.
Dengan demikian, adanya 3 DOB tersebut diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan di Papua.
“Lalu kenapa hari ini ada kebijakan pemerintah untuk memekarkan 3 DOB yang baru, ini sebenarnya intinya adalah bagaimana percepatan pembangunan kesejahteraan untuk orang Papua,” ujar Wempi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10/22).
Wempi mengatakan Presiden juga telah mengeluarkan kebijakan untuk membangun konektivitas jalan di Papua agar tidak ada lagi daerah yang terisolir.
Akses jalan tersebut dinilai penting, mengingat selama ini wilayah pegunungan banyak mengandalkan transportasi pesawat, termasuk saat mengangkut logistik.
Kondisi ini turut berdampak terhadap tingginya harga barang di daerah tersebut.
“Jadi (3 DOB) ini kan juga akan membawa perubahan yang sangat signifikan, apalagi di wilayah pegunungan Papua ini sekarang sudah punya provinsi tersendiri,” tutur Wempi.
Wempi mengungkapkan usulan pemekaran Papua sebenarnya sudah ada sejak tahun 1999. Dirinya pun meluruskan anggapan pemekaran itu merupakan kemauan dari pemerintah pusat.
Dia mengaku sempat menyaksikan langsung Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua pada 2019 meminta kepada Presiden agar memekarkan wilayah Papua. Langkah ini diyakini dapat membuka akses yang terisolasi di wilayah Pegunungan Tengah Papua.
Kemendagri juga telah memiliki roadmap untuk mempercepat kesejahteraan di Papua usai ditetapkannya 3 DOB. Dia membeberkan berbagai upaya yang dilakukan Kemendagri dalam mendukung keberadaan 3 DOB.
Hal ini salah satunya mempersiapkan peresmian 3 DOB tersebut sekaligus melantik pejabat gubernurnya.
Wempi mengajak masyarakat Papua dan semua pihak terkait dapat terlibat dalam proses pembangunan tersebut. Dengan demikian, masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan di Papua sesuai dengan sila ke-5 Pancasila.
“Jadi kalau hari ini saya diberi kepercayaan oleh Bapak Presiden ada di sini hari ini, dibuka kesempatan, untuk (itu) mari kita duduk sama-sama untuk berbicara pembangunan Papua yang lebih baik,” tandas Wempi.












Komentar