21 Agustus 2021 - 12:58 WIB | Dibaca : 1,074 kali

10 Ribu Dosis Vaksin Sinovac Telah Tiba Lagi di Palembang

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

Animo masyarakat Palembang dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terbilang cukup tinggi, namun tidak seimbang dengan ketersediaan vaksin

SWARAID-PALEMBANG, (21/08/2021): Setelah kehabisan stok minggu lalu, kota Palembang telah kembali menerima vaksin Sinovac dosis pertama sebanyak 10.000 dosis.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Mirza Susanty menerangkan bahwa stok vaksin masih sangat terbatas. Pasalnya, animo masyarakat Palembang dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terbilang cukup tinggi, namun tidak seimbang dengan ketersediaan vaksin.

Dalam pendistribusian vaksin di kota Palembang, diungkapkan dr. Mirza terbagi menjadi tiga, yakni 40 persen TNI Polri, 40 persen Dinkes yang akan disebarkan ke 70 faskes vaksinasi, dan 20 persen alokasi sentral, yaitu vaksinasi massal di ruang publik.

Dijelaskan dr. Mirza, sebanyak 10.000 dosis pertama yang diterima kota Palembang tersebut merupakan alokasi vaksinasi sentral 20 persen, sedangkan alokasi khusus Dinkes belum diterima.

“Kita dapat alokasi vaksin per minggu, tapi jumlah alokasinya beda-beda. Yang pasti alokasi untuk Dinkes itu 40 persen. Seperti sekarang itu ada 10.000 dosis yang dialokasi untuk sentral.” Terang dr. Mirza.

Baca Juga :  Awas Jambret di Jakabaring! Kali Ini Korbannya Seorang Ibu Berusia 50 Tahun

Namun di luar itu, dr. Mirza menerangkan bahwa kota Palembang juga menerima sebanyak 23.000 dosis vaksin Moderna.

“Dari 23000 dosis vaksin Moderna yang kita terima, 10.000 dosis kita cadangkan untuk nakes dan sisanya 13000 untuk umum, karena droping vaksin tahap pertama untuk nakes masih kurang.” Ungkapnya.

Namun ketersediaan vaksin label Moderna ini, di sampaikan dr. Mirza memiliki dampak KIPI lebih tinggi kebanding vaksin Covid-19 lainnya.

Maka masyarakat umum yang ingin divaksin menggunakan label Moderna harus yang benar-benar mau dan mendaftarkan diri ke Dinkes atau faskes yang menyediakan.

Bahkan penggunaan vaksin moderna juga di batasi dimana tidak seluruh rumah sakit menggunakan vaksin label Moderna.

“Untuk vaksin Moderna ini, KIPI-nya tinggi, tapi kalau untuk nakes sudah ngerti, jadi gak masalah, jadi kalau untuk masyarakat kita membuka pendaftaran yang akan dilakukan secara massal atau di rumah sakit.”

Lebih lanjut, dijelaskan, vaksin Moderna belum ada anjuran bagi remaja hingga anak anak, namun sudah ada anjuran bagi ibu hamil, dan lansia.

Baca Juga :  HD Bangga, Kesadaran Masyarakat Sumsel Ikuti Vaksin Sangat Tinggi

” Untuk screening itu sama semua, hanya untuk ibu hamil ada perbedaan, dan anak 12 tahun hingga 18 yang berbeda.”

Komentar