SWARAID-PALEMBANG, (09/08/2021): Sejumlah aktivis dan mahasiswa dikabarkan menggelar konferensi pers di Jakarta (08/08/21) terkait sumbangan 2 triliun keluarga Akidi Tio yang menyita sorot mata publik.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Presidium Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) Rudianto Pangaribuan (RDP) memandang hal tersebut sebagai tindakan yang kurang bijaksana. Sebab tindakan yang dilakukan para Mahasiswa dan aktivis tersebut tidak didahului dengan klarifikasi untuk mengetahui kejelasan duduk perkaranya.
Tokoh Aktivis 98 tersebut menyatakan dengan tegas agar berhenti berpolemik dan mempercayakan proses yang tengah dilakukan Kapolda beserta jajaranya.
“Stoplah bermain-main dengan polemik-polemik kayak gitu! Sangat disayangkan apa yang dilakukan kawan-kawan tersebut, karena seharusnya mereka melakukan klarifikasi dulu terhadap permasalahan ini, menanyakan informasi terhadap kawan-kawan aktivis di Palembang yang mengetahui permasalahan ini.” Lanjut RDP.
RDP kemudian juga mengingatkan, biarlah Instasi kepolisian mengusut tuntas kasus dana hibah tersebut secara prosedural.
“Biarkan Pak Kapolda fokus pada pekerjaannya karena sebenarnya, awalnya Kapolda Sumsel ini, dia selalu berpikir salus populi suprema lex esto (yang artinya) keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Apalagi dalam penanganan covid-19 terlihat dia mempunyai niat yang baik. Niat yang baik dari orang yang baik seperti prof. Eko ini ingin cepat-cepat menangani covid-sembilan belas, ternyata permasalahan rakyat Palembang atau Sumatera Selatan tidak seberuntung yang kita harapkan.”
Terakhir, RDP berharap Kapolda Sumsel jendral Eko Indra untuk tetap fokus bekerja dalam menyelesaikan masalah-masalah hukum di Provinsi Sumsel dan tetap giat dalam melaksanakan kerja-kerja sosial yang sangat dibutuhkan rakyat Sumsel.











Komentar