oleh

Menunggu Kebijakan Status PPKM, Begini Perkembangan Tren Covid-19

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :152 kali | Durasi baca : 2 Menit

Positivity Rate merupakan salah satu indikator penilaian dalam penentuan level PPKM yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI

SWARAID-PALEMBANG (23/08/2021): Tingginya angka positivity rate kasus covid-19 di Kota Palembang memungkinkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Palembang akan kembali diperpanjang. Meskipun belum diumumkan secara resmi oleh pusat, apakah PPKM akan dilanjutkan atau tidak.

Disampaikan Plt Kadinkes Kota Palembang, dr. Fauziah M. Kes kondisi perkembangan Covid-19 Kota Palembang untuk angka Positivity rate berada di atas 5 persen, dimana jika nilai tersebut dibawah 5 Persen baru dapat dikatakan baik.

Hal ini dilandasi karena masih rendahnya jumlah testing yang dilakukan untuk kasus-kasus positif Covid-19.

Positivity Rate sendiri merupakan salah satu indikator penilaian dalam penentuan level PPKM yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, yakni kapasitas respon yang terdiri dari testing, tracing, dan treatment.

“Untuk testing tadinya semua di tingkat 3 terbatas masih awal yang per 2 Agustus, setelah dievaluasi tanggal 15 Agustus, namun testingnya memang kita masih di atas persentase angka posivitity rate di atas 5 persen itu seharusnya dibawah 5 persen. Palembang masih di atas persentase 28,85 persen karena jumlah testing yang terbatas.” Terang dr. Fauziah.

Baca Juga :  Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Kampung Nelayan Cilincing

Sementara itu untuk tracing yang dilakukan Kota Palembang saat ini sudah meningkat meskipun kategorinya terbatas, yang awalnya hanya satu orang kontak erat sekarang sudah 4 sampai 5 kontak erat dalam satu kasus konfirmasi.

“Kalau jumlah tracing lebih dari lima orang baru nanti berubah status tracing untuk turun assesment level. Seharusnya tracing kontak erat bisa mencapai 15 orang dalam satu kasus.”

Namun yang menjadi kendala, masih banyak masyarakay yang terkonfirmasi positif namun enggan jujur siapa saja yang telah kontak erat dengan dirinya.

“Kendala kita pada saat melakukan konfirmasi ada masyarakat enggan dan belum terbuka. Kecuali ada tempat tertentu misalnya satu perkantoran itu yang terbuka bisa kita lakukan full itu bisa sampai 15 kontak erat.” Terangnya.

Meski demikian, setidaknya dalam sehari spesimen yang diperiksa begitu bervariasi bisa dari 900 hingga 1000 spesimen perhari.

“Dari Permendagri per minggunya rata-ratanya di 17 ribu spesimen, hanya kota Palembang baru mampu 900 sampai 1.000 Spesimen.”

Menurut dr. Fauziah terdapat perbedaan acuan yang digunakan oleh pusat. Bila assessment situasi adalah yang di gunakan Kemendagri namun berbeda lagi dengan BNPB pusat. BNPB pusat memiliki 14 acuan indikator.

Baca Juga :  Kadisdik Kota Palembang : Tidak Ada Kisi-kisi, Kita Akan Tetap Belajar Daring !

Dua macam indikator penilaian perkembangan penanganan Covid-19, pertama dari yang BNPB dengan 14 indikator dan dari indikator itu, per seminggu lalu kota Palembang masuk zona oranye.

“Tapi untuk minggu ini Kota Palembang masih tunggu update dari BNPB hari Senin ini biasanya kalau gak Selasa, Rabu.”

Kedua, Kemendagri menggunakan assessment situasi, berdasarkan transmisi komunitas dan kapasitas respon. Untuk transmisi komunitas itu sendiri ada tiga indikator, yakni kasus konfirmasi, kasus rawat inap, dan kasus kematian.

“Pada saat evaluasi assessment situasi Covid per 15 Agustus kita dari beberapa indikator ada yang sudah masuk ke tingkat ketiga. Dari kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk per minggu trennya sudah cenderung menurun berada di tingkat ketiga. Artinya kasus konfirmasi itu berada di range 150 per seratus ribu, kota Palembang berada di 4,92 persen,” katanya.

Sementara untuk angka kasus kematian di kota Palembang juga menurun, dengan range 2 hingga 5 per 100 ribu penduduk dalam satu minggu.

“jadi per 15 Agustus itu (kasus kematian) di angka 2.56 per seratus ribu penduduk.

Baca Juga :  DPRD Kota Palembang Tandatangani Empat Perda

Disisi lain untuk treatment di lihat dari ketersediaan BOR Kota Palembang sudah masuk kategori memadai yakni di bawah 60 persen.

“Terakhir ini kita BOR kalau yang per 22 Agustus 36.21 persen.” Tutup dr. Fauziah.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya