28 Februari 2021 - 07:55 WIB | Dibaca : 1,139 kali

Rumah Mimbar Harmonisasi ; Pemuda Harus Siap Menangkal Radikalisme !

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-PALEMBANG, (28/02/2021): Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara majemuk yang terdiri dari beragam ras, suku, agama, atau yang disebut oleh mendiang Gus Dur, Indonesia negara pluralisme.

Rumah Mimbar Harmonisasi (Ramai) hadir bagi generasi muda ditengah masyarakat, organisasi ini terdiri dari para pemuda yang memiliki passion di bidang digitalisasi untuk menyebarkan konten-konten positif di dunia maya ataupun di lingkungan masyarakat.

Kombes.Pol. Ratno Kuncoro, S.I.K, M.Si. Direktur Intlekam Polda Sumsel yang hadir sebagai pembicara menyebutkan keberkahan kita adalah sumbernya alam yang melimpah, budaya dan bahasa yang beranekaragam, tentu menjadi tidak mudah menjaga keutuhannya dari ancaman intoleransi, dan aksi terorisme

Menurutnya, saat ini kelompok intoleran lebih menjadikan generasi muda sebagai target sasaran dengan memberikan paham-paham radikal. Oleh sebab itu, menurutnya perlu memberi pemahaman terhadap isu-isu sara yang begitu berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Menteri Pertahanan pada 2019 menyebut sekitar 23% mahasiswa terpapar paham radikalisme anti Pancasila, intoleransi, anti NKRI. Tentunya ini menjadi perhatian besar terhadap pemerintah, dan pemuda harus siap mendukung program-program pemerintah dalam menangkal pemahaman radikalisme.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa Paparkan Program Prioritas

Kombes pol. Ratno Kuncoro menyebutkan sangat menyetujui dengan di tekennya Peraturan Presiden (Perpres) Rancangan Aksi Nasionalisme Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme (RAN PE) 2021-2024. Yang menurutnya dalam mewujudkan Perpres RAN PE ini perlu koordinasi, pemantauan, evaluasi, serta edukasi antara pemerintah dan unsur stakeholder, masyarakat yang terkhusus pemuda, guna ikut serta mewujudkan program-program pemerintah.

“Sebagai generasi muda, kita harus menjaga keanekaragaman ini, SDA kita yang melimpah, budaya, bahasa kita juga melimpah, generasi muda harus siap menyebarkan konten-konten perdamaian melalui media sosial, kita sama-sama berharap agar NKRI tetap terjaga, generasi muda harus semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.”

Menanggapi isu-isu intoleran ini, Abdurrahman Taib, Ketua Yayasan Pelita Bersatu, yang turut menjadi pembicara dalam acara Rumah Mimbar Harmonisasi. Menurutnya, perlu adanya kesadaran dari pemuda jangan sampai masuk atau mendekati paham-paham radikalisme.

“Jangan sesekali kita mencoba mendekati paham-paham radikalisme, kita harus menjaga dan tetap teguh menjaga persatuan dan kesatuan dari paham-paham radikalisme.” Tegas Abdurrahman Taib.

Baca Juga :  Perluas Pelayanan, Klinik Ummat Gandeng Program Hallobumil

Tak hanya itu, Dr.Periansya, S.E, MM Ketua FKPT Sumsel menambahkan, bila Sumatera Selatan yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, golongan atau agama, Sumsel masih berada pada kategori aman. Meski demikian, segi sikap masyarakat Sumsel mengalami sedikit masalah, yang sebelumnya telah dilakukan berbagai macam bentuk penelitian.

“Tetapi kita harus tetap waspada dari ancaman intoleransi, radikalisme dan aksi terorisme, kami siap untuk kolaborasi dengan generasi muda dalam mensosialisasikan, mengedukasikan kepada masyarakat dengan melibat kan beberapa unsur pemuda.”

Komentar