oleh

RS Ernaldi Bahar Palembang Vaksinasi 60 Pasien ODGJ

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :265 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (14/07/2021): Sebanyak 60 pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang mulai menerima vaksinasi Covid-19.  Vaksinasi ODGJ prioritas penerima vaksin pada fase keempat.

”Tahap pertama mestinya tujuhpuluh pasien yang harusnya menerima vaksin. Nyatanya, 60 yang boleh mendapatkan vaksin,” kata Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang, dr. Yumidiansi, Selasa (13/7).

Saat ini, pihaknya hanya melayani vaksin untuk pasien rawat inap. Hari ini saja, kata di, ada banyak yang mendaftar pasien rawat jalan. ”Sehari kita target 150 orang divaksinasi,” kata Yumidiansi.

Lebih lanjut ia mengatakan, penyuntikan vaksin bagi ODGJ harus dengan kriteria tertentu.

“ODGJ dengan kondisi gaduh gelisah belum bisa mendapat vaksinasi Covid-19. Sebab vaksinator butuh kondisi ODGJ yang tenang. Agar vaksinasi diterima tubuh tanpa efek samping yang tak diinginkan,” ujar Yumidiansi.

Ia menyebutkan screening pada ODGJ dengan orang normal sama saja.  “Tapi yang kita pantau gaduh gelisah kondisi psikis mereka.”

Adapun sebelum tahapan vaksinasi, pihak rumah sakit meminta persetujuan keluarga, atau orang yang bertanggung jawab terhadap pasien.

Baca Juga :  1500 Penerima Vaksin Per Hari, Partisipasi Grab Sukseskan Vaksinasi Covid-19

“Agar jika ada apa-apa mereka tahu, termasuk tahu efek dan manfaat. Jadi pilihan di keluarga, menerima atau tidak,” kata Yumidiansi seperti dilansir laman Bakohumas Palembang.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19, RS Ernaldi Bahar Palembang mengutamakan pasien ODGJ yang positif ketimbang pasien umum.

Mekanisme uji klinis, mulai dari screening dan uji kesehatan dari tes rapid antigen kemudian lanjut dengan swab PCR.

“Mekanismenya, ketika pasien datang dalam kondisi Covid-19, pertama lakukan screening. Tapi ini karena gangguan jiwa kita lihat kegelisahan mereka juga,” kata Yumidiansi.

ODGJ di RS Ernaldi Bahar dirawat pada Ruang Instalasi khusus isolasi Bangsal Kenanga. Bangsal ini berkapasitas 10 kamar dan setiap kamar bisa merawat 4 pasien.

Kemudian di Bangsal Cemara ada 3 kamar. Kemungkinan, jika pasien positif bertambah akan menambah 20 kamar rawat inap tambahan.

Sementara dari semua kamar rawat inap yang tersedia, ada 9 kamar di bangsal Kenanga yang telah terisi pasien ODGJ positif Covid-19.

Perawatan bagi ODGJ, selain fokus mengobati kondisi pasca positif Covid-19, petugas medis juga memprioritaskan keadaan gaduh gelisah pasien.
(sumber : sumeks.co)

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya