25 Januari 2022 - 07:12 WIB | Dibaca : 801 kali

Produsen Tempe dan Tahu di Palembang Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Kenaikan harga kedelai sejak sebulan belakangan mulai membuat sejumlah pengerajin dan pedagang tempe dan tahu merasakan dampaknya terhadap pendapatan mereka.

Menurut salah satu pedagang yang juga produsen tempe, Dani (41) mengatakan mulai merasakan imbas dari kenaikan harga kedelai karena tidak mendapatkan keuntungan seperti biasanya.

“Kalau kenaikan harga kedelai sendiri udah dari sebulan yang lalu dari Rp 10.000 perkilo kini sudah Rp 16.000 perkilo, jadi keuntungan kami dapat menurun jika harga kedelai masih naik,” ujarnya saat diwawancarai SWARAID, Selasa (25/1/22).

Dani juga mengatakan setiap harinya bisa memproduksi tempe dan tahu menghabiskan 100 kg kedelai, akan tetapi jika hari Sabtu dan Minggu membutuhkan 150 kg kedelai.

“Kalau terus begini kami bisa terus mengalami kerugian,” katanya.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku walaupun harga kedelai sampai saat ini masih naik dan belum ada tanda-tanda penurunan harga, ia tidak melakukan pengurangan ukuran tempe dan tahu yang diproduksi.

“Karena kami masih menjual dengan harga normal dan tidak mengurangi ukuran dari tempe tersebut yang membuat kami cukup mengalami kerugian, karena kami juga tidak mau membuat kosumen kami ikut mengeluh,” tuturnya.

Baca Juga :  Sekda Pastikan Gaji ke 13 ASN Pemkot Palembang Cair Bulan Ini

Ia juga berharap agar harga kedelai yang melonjak bisa segera dapat diatasi oleh pemerintah sehingga pedagang dapat kembali merasakan keuntungan yang semestinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali mengatakan mengenai kenaikan harga kedelai dikarenakan oleh impor kedelai yang mengalami permasalahan diakibatkan faktor cuaca yang ekstrem.

“Iya untuk pengimporan kedelai agak berkurang karena terhambat dengan cuaca disana (negara eksportir, red) serta kebutuhan kedelai yang meningkat juga menjadi faktror utamanya harga kedelai naik,” ujarnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Komentar