oleh

Penerima Bantuan Sosial Akan Berkurang Hingga 40 Persen

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :146 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (03/04/2021): Pandemi covid-19 menjadi biang dari berbagai permasalahan yang terjadi saat ini, terutama perekonomian masyarakat. Berbagai stimulus bantuan coba dikucurkan oleh pemerintah pusat demi dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam kondisi pandemi covid-19 yang penuh dengan pembatasan gerak. Setidaknya ada tiga jenis bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Program Keluarga Harapan (PKH).

Meskipun demikian, bukan rahasia umum penyaluran bantuan sosial ini kerap kali alami problematika, yang paling sering terjadi adalah pendataan yang carut marut, hingga berujung penerima ganda bahkan tidak tepat sasaran.

Berganti menteri berganti skema penyaluran. Kali ini guna meminimalisir permasalahan penyaluran, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk melakukan pemadu padanan data ulang dengan mensinkronkan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Ada data yang diberikan dari pusat ke kita itu ya NIK-nya enggak padan, sehingga mereka enggak bisa terima (bantuan, red).” Kata Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Heri Aprian.

Baca Juga :  Seorang Pria Nekat Terjun dari Jembatan Ampera, Kondisi Langsung Tewas Ditempat

Seperti di kota Palembang, terkait pemadu padanan data terkait calon penerima bantuan sosial, setidaknya akan alami pengurangan hingga 40 persen dari jumlah penerima bantuan sosial di tahun 2020. Heri Aprian menyebutkan bila pemadu padanan data ini yaitu “satu data Indonesia”, terkait dengan pengurangan bahkan juga terkait dengan kartu BPJS yang saat digunakan tidak aktif.

“Jadi kita kan satu data Indonesia, jadi harus dipadankan oleh Dirjen Dukcapil. Dalam hal ini kabupaten kota, seperti di kota Palembang nanti minta bantu ke Dinas Dukcapil sudah kita laksanakan ya.”Ungkapnya.

Heri Aprian juga menambahkan hingga saat ini Dinsos Kota Palembang sedang melaksanakan sinkronitas data dengan Disdukcapil Kota Palembang,

“Ada pengurangan hingga bisa berkurang hingga 40 persen dari yang penerima di tahun 2020. Dari total seluruh bantuan baik BST, BPNT, PKH, terus termasuk juga BPJS, KIS.” Ungkapnya.

Komentar

Berita Lainya