oleh

Pendirian Islamic Center Bin Baz di Muba, Simatupang : Jangan Beri Izin !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :1.212 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (02/04/2021): Beredarnya sebuah berita terkait dukungan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex tentang dukungan pendidirian Islamic Center Bin BAz di Kabupaten Musi Banyuasin yang secara teritori adalah wilayah kekuasaan Dodi Reza Alex (DRA) dinilai beberapa pengamat sangat disayangkan.

Pasalnya DRA cukup dekat dengan Jam’iyah Nahdliyin atau Nahdlatul Ulama, bahkan menjadi Ketua Dewan Pembina di salah satu Banom NU. Khairil Anwar Simatupang, Koordinator Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) se-Sumatera menyayangkan sikap kepala pemerintahan kabupaten Musi Banyuasin tersebut. Menurut Simatupang, sebelum mengeluarkan sikap terbuka di ruang publik untuk terlebih dahulu dikaji, telusuri terlebih dahulu asal usul islamic center, siapa tokoh di balik pembangunan Islam center BinBaz, kemana afiliasi ideologi dan sikap politik nya.

“Karena mengingat lembaga itu sebegitu cepatnya menjamur bahkan menurut data yang saya punya sudah ada lebih kurang 20 cabang di berbagai daerah. Ini perlu dipertanyakan aliran dana lembaga ini dari mana.” Katanya.

Lanjut kata Tupang sapaan akrabnya, sepanjang sepengetahuan dirinya tokoh dari Islamic Center BinBAz ini Abu Nida. Simatupang menduga bila yang bersangkutan merupakan penganut faham salafi Wahabi yang kini banyak di duga sebagai benih cikal bakal faham terorisme.

Baca Juga :  Mengenal Carlita ; Sosok Pembawa Baki di Upacara HUT RI Kota Palembang

“Abu Nida ini siapa? Pernah belajar dimana? Pernah mengajar dimana? Secara ringkas kalau boleh saya simpulkan dugaan saya beliau ini menganut faham Salafi Wahabi dan pernah mengajar di Pesantren Al mukmin Ngruki Solo yang didirikan Oleh  Abu Bakar Ba’asyir.”

Tupang meminta kepada Pemerintah Daerah lebih bijak lagi untuk bersikap jangan sampai karena pernyataan dukungan itu jadi menimbulkan gejolak polemik di masyarakat.

“Sumatera Selatan ini sudah sangat kondusif, begitu juga Kabupaten Muba. Kita berharap jangan sampai dengan berdirinya Islamic Center BinBaz ini malah menjadi bunker bertumbuh kembangnya Faham Wahabisme di Indonesia terhusus Disumatera Selatan dan Muba.”

Simatupang yang juga mantan Presiden Mahasiswa UIN RF Palembang ini juga menambahkan, sudah menjadi rahasia umum bila faham transnasional ini sangat berbahaya jika dibiarkan, sebab menurutnya faham-faham transnasional seperti ini dapat mencemari ajaran aqidah ahlulsunnah waljamaah yang ditegakkan dengan teguh oleh pesantren di Sumsel.

“Ini tidak bisa dibiarkan dan tidak ada yang aware, saya bisa bicara seperti ini karena beberapa kali pernah bersentuhan dengan faham salafi wahabi ini ketika kuliah dulu,  saya khawatir pesantren yang selama ini ada dan berada sebagai penjaga dan pengamal Aqidah Ahlussunnah Waljamaah jadi dicemari oleh faham-faham Transnasional semacam ini.” Ungkapnya.

Baca Juga :  Restorasi Sungai Sekanak Lambidaro ; Pemkot Bangkitkan Venetie Van Oost

terakhir Tupang berharap kepada Warga NU dan Pengurus NU, untuk ikut proaktif terkait akan didirikannya Islamic Center BinBaz ini sebagai Upaya menjaga kedamain dan ketentraman dalam berbangsa dan Beragama.

“Saya meminta kepada Bupati Kabupaten Musi Banyuasin selaku pemangku kebijakan untuk menunda rencana pendirian Islamic Center Bin Baz ini atau bila perlu tidak memberikan izin terhadap pendirian lembaga tersebut sebelum gelombang penolakan semakin membesar.” Tegasnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya