15 Januari 2021 - 10:45 WIB | Dibaca : 1,020 kali
Topik :

Pemerintah Siapkan Santunan Korban Meninggal Gempa Majene

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-JAKARTA, (15/01/2021): Gempa berkekuatan M6,2 pada Jumat (15/01) sekitar pukul 02.30 Wita mengguncang wilayah Sulawesi Barat  merupakan gempa susulan yang mana sebelumnya pada hari Kamis (14/01), gempa bermagnitudo 5,9 sekitar pukul 14.30 Wita sudah terlebih dulu mengguncang wilayah Majene.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Data Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat per 15 januari pukul 11.00 WIB, sebanyak 8 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Jumat, 15 Januari 2021 pukul 11.00 WIB  korban jiwa di Kabupaten Majene 8 orang meninggal dunia, sebanyak 637 orang luka-luka, 15.000 orang mengungsi.” Ungkap Kepala Pusat Data , Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dikutip dari Okezone.com.

Tak tanggung kerusakan yang diakibatkan, di Majene terjadi longsor di 3 titik jalan poros Majene-Mamuju (jalan terputus), 300 unit rumah rusak, 1 unit Puskesmas dan 1 kantor Danramil Malunda roboh, jaringan listrik padam dan komunikasi seluler terputus/tidak stabil.

Lalu di wilayah Mamuju diantaranya robohnya Hotel Maleo, Kantor Gubernur Sulbar, rumah warga rusak, serta robohnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, dan 1 unit minimarket. Demikian juga jaringan listrik padam dan jaringan seluler tidak stabil.

Baca Juga :  Pensiunan ASN Bebani Negara Rp2800 Triliun, Sri Mulyani Ingin Ganti Skema

Menteri Sosial Tri Rismaharini telah memerintahkan jajarannya untuk segera menyalurkan bantuan ke lokasi dengan mengirimkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

“Bantuan logistik sudah dalam perjalanan menuju lokasi terdampak gempa. Tagana Sulsel, Sulteng, kita gerakkan ke lokasi. Kita upayakan bantuan secepat-cepatnya untuk penanganan warga terdampak gempa.”

Risma menambahkan bahwa pihaknya juga telah mendirikan dapur umum untuk membantu Dinsos setempat,

“Semua logistik di gudang Sulbar dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian. Segera kami konfirmasikan updatenya. Satu unit mobil dapur umum bisa memasak sampai 2000 nasi bungkus dalam satu kali masak, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 6000 nasi bungkus.” Jelas Risma.

Risma juga mengatakan bahwa Pemerintah akan memberikan santunan kepada korban meninggal dunia,

“Pemerintah akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia. Sesuai SOP, untuk korban meninggal akan mendapat santunan RP.15 juta per orang yang diserahkan kepada ahli waris.” Terang Risma dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga :  Hari Ini Majene Diguncang Gempa Lagi

Komentar