oleh

Pasca Gugatan Pilkada PALI, Devi Kembali Angkat Bicara

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :441 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (24/01/21) : Meski pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 7 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan telah dilangsungkan, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil perolehan suara melalui rapat pleno terbuka pada Selasa (15/12/20) namun masih menyisihkan  persoalan. Seperti pada pilkada Kabupaten Pematang Abab Lematang Ilir (Pali) yang berbuntut dengan pengajuan gugatan.

Dimana pada hasil perolehan suara di Kabupaten Pali, pasangan calon (Paslon) nomor urit 1, Devi Harianto-Darmadi Suhaimi (DHDS) mendapat  sebanyak 51.025 suara dan Paslon nomor urut 2, Heri Amalindo-Soemarjono (HERO) memperoleh suara sebanyak 51.863, dimana, yang artinya Paslon nomor 2 mengungguli perolehan suara yakni sebanyak 658 suara.

Melihat hasil perolehan yang diumumkan KPU Kabupaten Pali tersebut, tim Paslon nomor urut 1 Devi Herianto-Darmadi Suhaimi (DHDS) mengajukan gugatan pembatalan hasil keputusan KPU Kabupaten Pali kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti yang di sampaikan oleh Devi Herianto SH., MH, kini ia bersama timnya tengah menunggu hasil dari gugatan pada sidang pertama yang akan di langsungkan pada tanggal 26 Januari mendatang.

Baca Juga :  Rapat Paripurna ke-16 Bahas Rancangan Peraturan Daerah

“Kami dari nomor urut satu mengajukan gugatan ke MK, nanti tanggal 26 Januari itu sidang perdana di MK, dimana pada sidang perdana ini kita mengesahkan apa gugatan kita, alat-alat bukti selanjutnya baru kita dilanjutkan di persidangan selanjutnya.” Ungkapnya.

Selain itu Devi Herianto meyakini bahwa pilkada Kabupaten Pali telah memenuhi syarat untuk dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) berdasarkan bukti serta saksi yang telah dikantonginya.

“Gugatan kami itu di PSU karena menurut kami dan tim advokasi kami itu masuk unsur PSU dan nanti faktanya di persidangan.” Tegasnya.

Selanjutnya Devi menyampaikan terkait dengan gugatan tersebut baru akan diputuskan pada bulan Maret mendatang.

“Tapi Februari ini jadwal mereka hakim merapat, apa dilanjutkan atau tidak, tapi kami yakin optimis dipersidangan ini.”

Terakhir Devi mengharapkan Pemilukada di Kabupaten Pali dapat berlangsung dengan jujur dan adil.

“Kita harapan bahwa demokrasi atau Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Pali untuk jujur dan adil. Mengapa kami mengajukan gugatan? Karena menurut kami itu ada kekeliruan, ada perselisihan di penyelenggara, pernah kami duga.” Pungkas Devi.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya