16 Maret 2022 - 15:11 WIB | Dibaca : 1,066 kali

Memastikan Stok Aman Selama Ramadhan, Walikota Datangi Langsung Pabrik Migor

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Guna memastikan ketersediaan minyak goreng (migor) jelang Ramadhan, Walikota Palembang Harnojoyo memantau stok dengan mendatangi langsung pabrik minyak goreng, Rabu siang (16/3/22).

Hingga saat ini, kelangkaan minyak goreng sudah menjadi fenomena lumrah di masyarakat. Pasalnya tidak hanya para pelaku usaha di bidang kuliner, namun para ibu rumah tangga sudah sangat mengeluhkan langkanya minyak goreng ini.

Oleh sebab itu, Walikota Palembang didampingi Kapolrestabes Palembang dan bersama dengan Dinas Perdagangan Kota Palembang mendatani langsung pabrik migor besar yang berada di Palembang yakni, PT. Indokarya Internusa di Jalan Mayor Memet Sastra Wirya, Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang.

Hal itu, ia lakukan guna menjawab dan mengurai benang kusut kelangkaan migor yang terjadi, dalam pantauannya ia menyebutkan pabrik tersebut meningkatkan jumlah produksi dalam menyambut bulan puasa.

“Kalau produksinya sudah meningkat 20 persen dan sebelumnya hanya 50, tapi kita mintakan produksi 100 persen di pabrik ini,” kata Harnojoyo.

Harnojoyo merincikan, kebutuhan migor jika dihitung dengan jumlah penduduk kota ini, kebutuhan perhari mencapai 60 ribu liter per hari.

Baca Juga :  Penemuan 5 Nisan Kuno di Kawasan Pertokoan 16 Ilir; Akan Digali Lagi !

“Sekarang PT Indokarya Internusa telah berproduksi 100 persen, artinya jika mereka sebelum permintaan tinggi hanya berproduksi 50 persen dengan hasil 160 ribu liter per hari untuk kemasan dan 1000 ton perhari, artinya mencukupi untuk kebutuhan di Palembang,” tegasnya.

Hanya saja katanya, masih ada saja kelangkaan, padahal selain PT Indokarya Internusa, Palembang juga disuplai dari dua pabrik besar lainnya.

“Ini akan kita telusuri, mengapa ada kelangkaan padahal dari produksi pabrik sudah mencukupi,” tegasnya.

Bahkan, Harno meminta kepada pihak pabrik, jika menemukan adanya oknum distributor hingga tingkat pengecer yang nakal untuk men-stop suplai minyak tersebut kepada mereka.

“Ini yang masih menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Sementara itu , Manager Operasional PT Indokarya Internusa Liana menjelaskan, hasil produksi minyak kemasan mencapai 160 ton dan 1000 ton minyak curah perhari itu didistribusikan di Palembang, Lampung, Jambi dan Bengkulu.

“Sekarang kita produksi 100 persen, kalau untuk Palembang mencukupi,” katanya.

Komentar