19 Mei 2022 - 13:13 WIB | Dibaca : 952 kali

Mahasiswa Vokasi Indonesia Dapat Belajar di 46 Kampus Luar Negeri Ini

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, JAKARTA: Setelah meluncurkan Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) edisi vokasi pada April 2022 lalu, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membangun kemitraan dengan 46 perguruan tinggi luar negeri.

Ke 46 perguruan tinggi luar negeri yg bermitra dengan Ditjen Diksi akan menerima mahasiswa vokasi Indonesia.

Dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Wikan Sakarinto, perguruan tinggi luar negeri yang menjadi mitra IISMA edisi vokasi ini merupakan institusi terkemuka di beberapa negara.

Seperti Korea Selatan, Inggris, Irlandia, Malaysia, Prancis, Taiwan, Australia, Amerika Serikat, Hungaria, Jerman, dan Turki.

“Tidak hanya kuliah di 46 perguruan tinggi luar negeri, mahasiswa vokasi juga menjalani magang di perusahaan mitra kampus luar negeri tersebut. Maka dari itu, moto dari program ini adalah Learning in Collaboration with Industry,” kata Wikan, melansir laman Kemendikbud Ristek, Kamis (19/5/22).

Dijelaskannya lebih lanjut, Australia merupakan negara dengan jumlah perguruan tinggi luar negeri terbanyak yang bermitra dengan IISMA edisi vokasi.

Baca Juga :  Malam 1 Suro; Sejarah, Tradisi, dan Mitos

Ada 11 perguruan tinggi dengan 10 bidang studi yang bisa dipilih dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa vokasi menempuh pendidikan di negeri Kangguru ini.

Selain Australia, kesempatan magang juga terbuka besar bagi mahasiswa vokasi yang ingin menempuh pendidikan di Inggris.

Ada 14 mitra Industri yang disiapkan oleh dua kampus terkemuka di Inggris yang bisa dijajaki oleh mahasiswa vokasi.

Wikan menambahkan, adanya link and match antara perguruan tinggi luar negeri dengan industri menjadi ciri khas dari program IISMA edisi vokasi.

Artinya, mahasiswa vokasi yang menjadi peserta program ini tidak hanya memperoleh kesempatan belajar selama satu semester di kampus tujuan, tetapi juga dapat melaksanakan magang di industri atau perusahaan mitra dari kampus tersebut.

“Ditjen Vokasi memastikan bahwa dalam program ini mahasiswa tidak hanya belajar tetapi juga berkesempatan untuk bisa magang di Industri atau perusahaan mitra kampus luar negeri,” papar Wikan.

Saat ini sudah tercatat ada 3.175 mahasiwa vokasi yang mendaftar Program IISMA edisi Vokasi. Wikan Sakarinto menyambut positif atas tingginya minat program ini.

Baca Juga :  Teken 19 Perjanjian Kerjasama, UEA Investasi 32,7 Miliar Dolar di Indonesia

“Program ini sangat luar biasa. Jadi pergunakanlah kesempatan ini,” jelas Wikan.

Ada 3 skema yang disiapkan dalam program IISMA Vokasi ini, yaitu:

1. Skema A, mahasiswa fokus untuk menjalani magang di industri.

2. Skema B, mahasiswa dapat menjalani magang di samping menjalani kuliah dengan pembagian waktu yang seimbang.

3. Skema C, mahasiswa fokus menjalani kuliah tetapi dengan materi yang terkait erat dengan dunia industri. Pada skema C ini, kelas juga diajar oleh praktisi dari industri.

“IISMA edisi vokasi merupakan salah satu langkah bagi mahasiswa vokasi Indonesia untuk mengenyam pendidikan di luar negeri sekaligus mendapatkan pengalaman praktik di industri,” sebut Ketua IISMA Edisi Vokasi, Hilda Cahyani.

Komentar