oleh

Lembaga Mahasiswa Tarbiyah; “Vaksin Terbit, Indonesia Bangkit?”

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :334 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (08/02/2021): Badan Semi Otonom Lembaga Mahasiswa Tarbiyah (BSO LEMATAR) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Covid-19 yang dengan tema “Vaksin Terbit, Indonesia Bangkit?” diselenggarakan di aula Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Palembang.

FGD yang diikuti notabene Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Palembang dengan jumlah peserta yang tak melebihi seratus orang, guna mematuhi prokes. Dimana pada FGD tersebut BSO LEMATAR menghadirkan pembicara dari Forkompinda Kota Palembang diantaranya Sutami Ismail, S.Ag (Anggota DPRD Kota Palembang), H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M (Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang), dr. Hj. Fauzia, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang).

Dengan mengangkat isu-isu nasional terkhusus kasus Covid-19, Ketua BSO LEMATAR Muhammad Farhan menyebutkan FGD yang kali ini diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan keresahan masyarakat di kala pandemi. Tak hanya itu, BSO LEMATAR pun menurutnya kerap kali kritis atas kebijakan-kebijakan baik nasional ataupun daerah dan yang terkhusus kebijakan yang begitu terasa bagi masyarakat kota Palembang.

Baca Juga :  Bersama BUMN, Sumsel Siap Beli Vaksin Sendiri

Seperti halnya pada FGD yang di selenggarakan kali ini, mempertanyakan kehadiran vaksin di Indonesia dapat menjadi titik balik pemulihan di segala aspek, terutama pada aspek pendidikan.

Disebutkan Muhamad Farhan terkait vaksin yang bervariasi dari merek maupun harga, menurutnya prioritas terhadap masyarakat terkhusus terhadap tenaga pendidik mendapat vaksinasi dengan cepat dan tak ada perbedaan jenis merek vaksin.

“Maka dari itu kita harapkan harus ada transparansi dari Pemerintah terhadap pelaksanaan program vaksinasi di Indonesia. Akan tetapi, dengan adanya vaksinasi kita harus tetap menjaga protokol kesehatan, demi menjaga keluarga dan Tanah Air kita tercinta.” Terangnya.

Diluar itu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, menyebut meski demikian baik Mahasiswa atau Siswa sebagai pelaku di dunia pendidikan perlu berinisiasi di era new normal seperti sekarang ini,

“Pendidikan harus bisa mendorong peningkatan kesejahteraan manusia walaupun sedang berada di era new normal.” Tutupnya.

Komentar

Berita Lainya