SWARAID, JAKARTA : Cryptocurrency sudah menjadi pilihan bagi para trader dunia. Kenaikan aset kripto yang agresif salah satunya dipicu oleh spekulasi market atau optimisme pasar yang berlebihan.
Optimisme pasar muncul dari potensi nilai fungsional dan kegunaannya dan perkembangan teknologi dan adaptasi kripto yang kian meluas.
Dengan perkembangan teknologi dan adaptasi tersebut, potensi penggunaan kripto di masa depan terlihat semakin nyata. Tentu ini dapat menjadikan nilai ekonomi kripto semakin bertambah.
Faktor lain timbulnya optimisme pasar ialah nilai kelangkaan yang semakin tinggi. Jumlah Bitcoin itu terbatas, tidak bisa ditambah supply nya, justru akan berkurang karena keteledoran manusia.
Di tahun 2020, cryptocurrency mengalami kenaikan begitu luar biasa. Sepanjang 2020, Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 450%, Ethereum juga naik bahkan lebih dari 1000% dalam satu tahun belakangan, Bahkan Yearn Finance mengalami kenaikan sebesar 6400% dalam waktu 3 bulan saja.
Kenaikan aset kripto yang sungguh luar biasa ini bahkan mengalahkan melebihi kenaikan saham di tahun 2020.
Dua Raksasa
Selama beberapa tahun terakhir, ada dua sisi yang cukup ekstrem dalam dunia kripto. Ada beberapa aset kripto yang harganya terus naik. Seperti Bitcoin, Ethereum, dan Cardano.
Di sisi sebaliknya, ada banyak juga aset kripto yang harganya jatuh, bahkan tidak bernilai sama sekali.
Sebenarnya apa yang membedakan aset kripto yang nilai dan harganya terus naik atau stabil selama bertahun-tahun dengan aset kripto yang harganya jatuh dan sulit untuk kembali bangkit?
Aset kripto yang bisa bertumbuh tersebut dikarenakan adanya pengembangan secara aktif, dari sisi teknologi, adaptasi, dan fungsi dari koin atau token itu sendiri.
Koin atau token yang harganya ambles disebabkan karena pengembangannya macet, tidak jelas arahnya mau kemana , bahkan sudah benar-benar ditelantarkan oleh developernya.
Adalah dua aplikasi terbesar yang saat ini paling aktif, yakni Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC).
BSC dan Ethereum adalah dua aplikasi fungsional yang paling sering digunakan saat ini dan meskipun Etherium jauh lebih popular, pengguna BSC semakin bertambah cepat.
Dua raksasa ini akan berlaga di masa mendatang untuk menentukan siapa raja sebenarnya.
Ethereum
Ethereum menciptakan blockchain smart contract yang pertama di dunia. Tempat bukan hanya untuk mengirim uang, tapi juga suatu platform atau jaringan, dimana aplikasi-aplikasi bisa dibangun diatasnya.
Para user bisa membuat perjanjian kontrak yang berkiatan dengan keuangan dan kontrak tersebut tereksekusi secara otomatis secara digital dengan program komputer.
Di masa depan, bisa jadi kita sudah tidak perlu membuat kontrak di atas kertas dan tanda tangan di atas materai, sebab kontraknya sudah bisa dilakukan secara digital tanpa perlu proses verifikasi, persidangan, atau prosedur yang rumit.
Ethereum bersifat decentral, tidak dikontrol oleh siapapun, baik itu lembaga, perusahaan, ataupun negara.
Semua proses transfer informasi digital di jaringan Ethereum diverifikasi oleh ribuan miners di seluruh dunia.
Konsep ini akan menutup kemungkinan adanya hacker yang ingin menyabotase transaksi atau oknum tertentu yang menyalahgunakan otoritasnya seperti yang mungkin bisa terjadi di layanan keuangan yang dikendalikan oleh satu perusahaan.
Namun di sisi lain, Ethereum juga memiliki kelemahan, salah satunya biaya layanan yang relatif mahal dan kecepatan layanan eksekusi yang lambat, hanya ada 15 transaksi per detik yang dapat dieksekusi seiring dengan kian bertambahnya pengguna layanan Ethereum serta jumlah nobe yang mencapai 21 ribu.
Nobe inilah yang akan memverifikasi setiap transaksi.
Jadi, blockchain Ethereum tidak bisa digunakan untuk transaksi-transaksi kecil karena nilai gasnya seringkali lebih mahal daripada nilai transaksi itu sendiri.
Masalah ini tentunya tengah diperbaiki, saat ini Ethereum 2.0 sedang dibangun, fase nolnya sudah dibangun pada 1 Desember 2020 dan diharapkan penerapan penuhnya Ethereum 2.0 sudah bisa diselesaikan dalam satu atau dua tahun kedepan.
Sejumlah proyek yang terhubung dengan Ethereum sedang berusaha membantu. Proyek-proyek ini sering dirujuk sebagai Layer Two Scalling Sollutions atau solusi peningkatan lapisan kedua.
Mereka berusaha memindahkan beberapa lalu lintas ke blockchain lapisan kedua, diatas lapisan blockchain Ethereum.
Ini bisa jadi sangat rumit untuk dipahami, tapi intinya proyek seperti Loopring dan Polygon yang sebelumnya dikenal sebagai Matic berusaha memindahkan aplikasi-aplikasi ke blockchain mereka untuk melegakan lalu lintas pada chain Ethereum dan kemudian tetap terhubung ke Ethereum.
Ini ide yang bagus dan semakin banyak aplikasi berpindah menggunakan blockchain Ethereum lapisan kedua yang masih dilindungi chain dasarnya Ethereum.
Itu mungkin bisa mengurangi biaya gasnya sedikit atau memungkinkan pengguna malah tidak membayar biaya gas sama sekali sewaktu menggunakan chain lapisan kedua.
Binance Smart Chain (BSC)
BSC sebenarnya sama dengan Ethereum, BSC merupakan kloningan dari Ethereum. Menagapa BSC men-copy blockchain Ethereum?
Sebenarnya ini merupakan suatu langkah bisnis yang cerdas dari Binance, pasar exchange Binance sangat besar.
BSC memiliki daya tariknya sendiri, salah satu keunggulannya adalah biaya layanan yang jauh lebih murah dibanding Ethereum, bahkan bisa mencapai 97% lebih murah.
Tidak hanya murah, eksekusi transaksi di BSC juga jauh lebih cepat karena jumlah node validator yang jauh lebih kecil dibanding Etherium, BSC hanya memiliki 21 node.
Artinya hanya ada 21 pihak saja yang akan memverifikasi transaksi sehingga proses eksekusi jauh lebih cepat. Di BSC bisa ada 300 transaksi per detik yang tereksekusi.
Namun kekhawatiran dari sebagian orang adalah, BSC tidak decentral seperti Ethereum.
Etherium atau Binance Smart Chain?
Ethereum memiliki lebih dari 21 ribu node komputer, mengamankan jaringan, memastikan uang Anda aman dan tidak ada yang punya kontrol atas uang Anda kecuali diri Anda sendiri.
Sementara BSC hanya memiliki 21 node validator dan tidak diketahui pasti apakah mereka adalah Binance atau terhubung langsung dengan Binance itu sendiri.
Mereka punya kontrol penuh atas blockchain ini. Mereka mampu menghentikan, mematikan, menutup, atau mengubahnya kapanpun mereka mau.
Sebenarnya mereka tidak mungkin melakukan itu, karena mereka berusaha membangun sebuah blockchain yang bekerja dan bisa digunakan semua orang. Jika mereka bermain-main dengan hal tersebut, sudah pasti mereka akan ditinggalkan.
Tentu saja Anda harus berusaha mempercayai BSC jika Anda ingin menggunakan blockchain ini.
Di Ethereum, Anda tidak perlu berusaha membangun kepercayaan pada siapapun. Jaringannya decentral dan tidak dikontrol oleh siapun. Hanya saja untuk saat ini biaya gasnya masih sangat mahal.
Tapi akan sangat menarik jika Ethereum 2.0 telah selesai dibangun, kita akan dapat menjawab pertanyaan apakah sesuai janji, yakni ribuan transaksi per detik yang memungkinkan biaya gasnya akan turun.
Mungkinkah BSC akan lebih decentral ke depannya? Apakah mereka mau berubah menjadi decentral sedangkan mereka dijalankan oleh perusahaan privat? Rasanya itu tidak mungkin.
Mungkin ini yang tengah mengganggu pikiran Anda saat ini, galau menentukan blockchain mana yang terbaik. Tapi yang pasti ada banyak pilihan bagi Anda untuk menghasilkan uang. Satu dari kedua raksasa blockchain ini bisa membantu Anda mencapainya.









Komentar