Swara.id | Palembang – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menghadiri pelantikan Pengurus Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan Masa Bakti 2025–2030 di Griya Agung, Palembang, Rabu (4/6/2025). Ia hadir bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banyuasin, Marisa Utami Erwin, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan pengembangan kerajinan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Nabila menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa angin segar bagi kemajuan industri kerajinan di Sumatera Selatan.
“Selamat mengemban amanah. Semoga kepengurusan ini menjadi jalan untuk mengangkat potensi kerajinan daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Feby Herman Deru. Dalam sambutannya, Feby menekankan pentingnya sinergi antarpengurus dalam membangun industri kerajinan berbasis budaya yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah.
“Ke depan banyak agenda strategis yang akan kita lakukan untuk mendorong pertumbuhan kerajinan lokal,” kata Feby.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang turut hadir dalam pelantikan, menekankan perlunya pengurus baru untuk lebih aktif menggali dan mengangkat warisan budaya yang selama ini belum banyak dieksplorasi.
“Saya minta pengurus baru jangan hanya menonjolkan kerajinan yang sudah ada, tetapi juga aktif mencari potensi budaya yang belum tergali,” tegasnya.
Kehadiran Ketua Dekranasda Banyuasin dalam acara ini menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kerajinan. Selama ini, Dekranasda Banyuasin konsisten mendorong perajin untuk mengangkat nilai-nilai tradisional dalam produk mereka agar mampu bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya.
Melalui kolaborasi lintas daerah, Pemkab Banyuasin berharap kerajinan tradisional khas Sumsel dapat terus berkembang, bertahan di tengah arus globalisasi, dan menembus pasar internasional dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.









Komentar