10 Juli 2025 - 05:59 WIB | Dibaca : 5,111 kali

Lapas Banyuasin Terima Monitoring Pembangunan Zona Integritas dari Ditjenpas

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

Swara.id | Banyuasin ~ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin mendapatkan kunjungan monitoring dan pendampingan dari Tim Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Patnal Ditjenpas), Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan pemasyarakatan.

Tim Patnal Ditjenpas yang terdiri dari Winanti dan Rizki Harto Catur Putro melakukan serangkaian peninjauan terhadap fasilitas serta sistem layanan di dalam Lapas. Fokus utama pemantauan meliputi area pengamanan (P2U), blok hunian warga binaan, kebersihan kamar, serta kelengkapan jalur dan layanan untuk penyandang disabilitas.

“Gerbang utama seperti P2U harus diperkuat sebagai titik kontrol keluar-masuk barang dan orang. Penataan kunci gembok juga penting sebagai bagian dari deteksi dini di blok hunian,” ujar salah satu anggota tim.

Pihak Ditjenpas juga menyoroti pentingnya optimalisasi Panic Button serta menjaga kebersihan lingkungan blok hunian sebagai langkah konkret pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam evaluasi internal, tim turut meminta penggantian logo-logo lama yang masih digunakan dengan identitas terkini Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga :  Sekda Banyuasin Tekankan Kepatuhan dalam Sewa Operasional

Sementara itu, jalur layanan disabilitas tak luput dari perhatian. Tim Patnal menegaskan perlunya pemantauan berkala dan pembaruan fasilitas agar sesuai standar pelayanan yang ramah difabel.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan apresiasi atas arahan dan pendampingan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah.

“Monitoring ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi kinerja dan meningkatkan standar pelayanan serta sistem pengamanan demi tercapainya Zona Integritas yang sesungguhnya,” ujar Tetra.

Kegiatan monitoring ini diharapkan mendorong percepatan reformasi birokrasi, khususnya di sektor layanan pemasyarakatan, serta memperkuat komitmen seluruh petugas dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan profesional.

Komentar