oleh

Kabar Gembira ! Tunjangan ASN 2021 Bakal Naik

Oleh : | Editor : Egi Saputra
Dibaca :235 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – JAKARTA, (30/12/20) : Tunjangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal mengalami kenaikan pada tahun 2021. Awalnya rencana kenaikan tersebut akan diberlakukan di tahun 2020, namun dikarenakan pandemi Covid-19 maka rencana tersebut ditunda hingga 2021 mendatang. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Pemerintah saat ini tengah mematangkan perombakan pada skema gaji dan tunjangan ASN.

Dilansir dari Kompas TV, Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa setelah nanti diadakan kenaikan tunjangan tersebut, gaji ASN dapat menembus angka minimal Rp. 9 juta per bulan.

“Insyaallah harusnya tahun ini, karena ada pandemi Covid-19 tunjangan ASN juga kita tingkatkan maksimal. Jadi pegawai paling rendah ASN itu bisa minimal Rp. 9 hingga Rp. 10 juta.” Terang Tjahjo.

Tjahjo menambahkan bahwa kenaikan tunjangan tersebut tidak diiringi dengan kenaikan gaji pokok, lantaran skema yang diberikan Pemerintah adalah berupa kenaikan dana pensiun. Yang mana kenaikan dana pensiun tersebut telah dihitung  oleh pihak Kemenpan RB bersama PT Taspen.

Baca Juga :  THR dan Gaji ke-13 PNS Tanpa Potongan ? Berikut Pernyataan Menteri Keuangan !

“Ini saya kira tugas kami di Kemenpan RB dan ibu Menteri Keuangan bahwa memang gaji pokok tidak mungkin naik karena menyangkut pensiun. Tapi kami dengan mitra kami, Taspen sudah menghitung dengan baik, ada subsidi pensiun yang akan ditingkatkan.”

Lebih lanjut Tjahjo mengatakan bahwa dengan adanya perombakan skema gaji dan tunjangan ASN tersebut, penghasilan ASN tidak lagi didasari oleh golongan dan pangkat, namun berdasar pada beban dan resiko pekerjaan.

Kemudian, dengan adanya kenaikan tunjangan tersebut, Tjahjo berharap kepada para ASN untuk bisa mewakafkan sebagian uangnya. Menurutnya, ia kini tengah mencari cara agar kontribusi dari ASN dalam berwakaf bisa lebih besar meskipun ia memahami bahwa perkara wakaf tersebut tidak bisa dipaksakan seperti sebelumnya.

Sementara, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara, Paryono menjelaskan bahwa perombakan skema tersebut tidak ada kaitannya dengan kenaikan gaji ASN.

“Ini reform¬†penggajian, tidak ada hubungannya dengan kenaikan gaji.”

Meski demikian, menurut Paryono, perombakan skema tersebut tidak menutup kemungkinan bagi ASN untuk dapat memperoleh kenaikan penghasilan. Beliau menilai komponen gaji dan tunjangan dalam skema tersebut akan dirombak. Perombakan tersebut meliputi penghapusan terhadap banyak tunjangan. Maka, selanjutnya ASN hanya akan menerima dua tunjangan, yakni tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan yang diukur berdasarkan daerah.

Baca Juga :  Memanas ! AHY - Moeldoko Saling Sindir

Komentar

Berita Lainya