SWARAID, PALEMBANG: Antusiasme dan permintaan masyarakat yang tinggi memicu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Perdagangan Provinsi akan menambahkan kuota minyak goreng dalam operasi pasar murah.
Operasi pasar murah yang dilakukan di 18 titik pasar Kota Palembang ini guna membantu masyarakat dalam meminalisir kenaikan harga bahan pokok. Dan diketahui penambahan kuota tersebut sebanyak 3 ton.
Menurut Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rizali mengatakan karena atusias masyarakat yang tinggi maka kuota akan ditambah stok bahan pokoknya seperti minyak goreng.
“Di dalam operasi pasar murah ini, harga minyak goreng akan dijual dengan harga Rp 14.000 per liternya. Yang sebelumnya operasi pasar murah di sumsel ini hanya memiliki kuota 52.008 liter saja dan kini akan ditambah lagi sebanyak 3 ton,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rizali saat diwawancarai SWARAID, Selasa (18/1/22).
Ia juga menyatakan, tidak hanya menyediakan bahan pokok minyak goreng saja. Akan tetapi, disediakan juga beragam produk pangan lainnya seperti beras medium dan gula pasir dengan harga yang murah.
“Kami juga memiliki produk pangan yang akan dijual murah, seperti harga beras medium seharga Rp 9.000 per kilo nya dan gula pasir seharga Rp 12.500 perkilo,” jelasnya.
Sementara itu, Ahmad Rizali menyampaikan bahwa penyelenggaraan pasar murah di Sumsel akan diperpanjang, yang tadinya digelar sampai tanggal 18 Januari kini diperpanjang hingga 21 Januari mendatang di 18 titik Pasar yang telah ditentukan.
Lebih Lanjut, Ahmad Rizali berharap dengan adanya operasi pasar murah yang digelarkan di Sumsel dapat membantu masyarakat karena bahan yang dujualkan terbilang murah.
“Kita berharap masyarakat benar-benar memanfaatkan operasi pasar ini dan dapat membantu masyarakat dalam menangani harga pangan yang terus melonjak,” tuturnya.
Sementara itu, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumsel Babel telah melaporkan bahwa stok beras untuk Provinsi Sumsel dan Bangka Belituing pada awal tahun telah mencapai 23 ton.
Hal tersebut dibenarkan oleh, Pimpinan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumsel Babel, Eko Hari Kuncahyo mengatakan bahwa kebutuhan masayarakat Sumsel dan Babel akan terpenuhi selama 5 bulan kedepan.
“Alhamdulialah, saat ini di gedung stok pangan kita sendiri itu sebanyak 23.00 ton dan dapat membantu masyarakat Sumsel,” katanya.
Salah satu warga, Masyarakat Km 12 Dewi Septiani (34) mengaku sangat senang mendengar pasar murah akan diperpanjang dengan stok pangan yang ditambah semakin banyak.
“Alhamdulilah senang ya apa lagi ditambah stoknya, dapat membantu kami juga,” ujarnya.
Ia berharap, kalau bisa terus ada kegiatan seperti menjual harga pangan dengan harga murah.













Komentar