26 November 2022 - 04:13 WIB | Dibaca : 809 kali

Jalan Penghubung 2 Desa Terputus Akibat Proyek Tol Kapal Betung

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

Akses penghubung tersebut rusak karena dilintasi oleh proyek Tol, dan belum ada jalan lain

SWARAID, BANYUASIN: Progres pengerjaan Tol Kapal Betung terus digenjot, beberapa titik lokasi lahan yang berada di Kab. Banyuasin dan terkena proyek nasional tersebut telah dilakukan sosialisai pembebasan lahan.

Namun pengerjaan tersebut diduga dikerjakan tanpa melihat dampak yang ditimbulkan, dari pantauan di lapangan terdapat jalan penghubung 2 desa di Banyuasin terputus karena adanya pembangunan proyek tersebut.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TEGAR Sumsel, Lukmansyah mengungkapkan dari hasil investigasi di lapangan, menemukan fakta bahwa pembangunan Tol Kapal Betung yang melintas diantara 2 desa, yakni Desa Talang Buluh dan Sukarela telah menyebabkan putusnya jalan penghubung antara 2 desa tersebut.

“Tim di lapangan mendapati bahwa jalan yang biasanya digunakan warga dari 2 desa itu telah terputus, yang dalam artian akses penghubung tersebut rusak karena dilintasi oleh proyek Tol, dan belum ada jalan lain yang dibuat sebagai pengganti akses jalan tersebut,” kata Lukman, Jumat (25/11/22).

Dari temuan tersebut, Lukmansyah menilai pihak-pihak terkait telah mengenyampingkan hak dan kebutuhan masyarakat, dengan hanya mementingkan target pembangunan namun akhirnya menyusahkan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Pembuatan Nama Rumah Dinas Pemkab Banyuasin Telan Rp149 Juta, Jadi Sorotan

“Kita akan segera meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, karena jelas ini sudah menyalahi, dan yang pastinya kita akan lihat status lahan yang telah dibebaskan, bagaimana bisa lahan yang memiliki akses penghubung 2 desa tergusur karena adanya proyek ini. Dan jalan tersebut kan sebenarnya telah lama menjadi jalan alternatif warga Desa Talang Buluh dan Sukarela” jelasnya.

Sementara, Rian yang merupakan warga Desa Semuntul mengeluhkan terputusnya jalan tersebut, ia menuturkan jalan itu biasa ia lalui sebagai jalan alternatif bila ingin pulang ke Desa Semuntul.

“Biasanya saya lewat jalan itu, kan aksesnya kalau mau ke Semuntul bisa dari Sukamoro terus ke Talang Buluh jalannya tembus ke Sukarela dan Semuntul, kalau terputus seperti ini terpaksa saya muter, mestinya pemerintah memperbagus jalan tersebut bukan malah digusur,” kata Rian.

“Saya harap pemerintah mencarikan solusi, biar akses jalan ini bisa dilalui lagi seperti biasa, karena kalau jalannya masih ada itu bisa lebih cepat aksesnya, kalau kita mau ke Sukarela dan Semuntul dari Pangkalan Balai itu jauh dan lama,” pungkasnya.

Baca Juga :  Badan Tol Tutup Akses ke Kebun, PT Waskita Sriwijaya Diminta Bertanggung Jawab

Komentar