17 Januari 2021 - 01:58 WIB | Dibaca : 1,014 kali
Topik :

Gunung Semeru Meletus ; Hujan Abu Hingga Potensi Banjir Lahar Dingin

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-LUMAJANG, (17/01/2021): Sejumlah daerah  di sekitar kawasan Gunung Semeru mengalami hujan abu akibat letusannya pada Sabtu (16/01) kemarin sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Semeru berada di level II atau waspada dan menghimbau masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya banjir lahar dingin pasca letusan.

Dikutip dari Kompas.com Kepala PVMBG, Kasbani memaparkan guguran awan panas terjadi mulai pukul 17.24 WIB hingga 18.35 WIB,

“Terjadi awan panas guguran Gunung Semeru pukul 17.24 sampai dengan 18.35 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm durasi 4.287 detik.” Kata Kasbani.

Selain awan panas, Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat pada PVMBG, Nia Haerani mengatakan bahwa Gunung Semeru juga mengeluarkan guguran lava,

“Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500 hingga 1000 meter dari kawah Jonggring Seloko ke arah Besuk Kobokan.” Terangnya.

Lebih lanjut Nia menjelaskan bahwa guguran awan panas yang kerap keluar dari kawah Jonggring Seloko Gunung Semeru dapat memciu terjadinya banjir lahar dingin jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga :  Hari ke-5, Korban Erupsi Gunung Semeru Terus Bertambah

Meskipun Semeru masih berada di level II atau waspada, namun pihak BPBD membuka kemungkinan untuk mendirikan posko pengungsian jika aktivitas vulkanik Semeru terus meningkat,

“Lihat perkembangan nanti malam, bagaimana Semeru, karena gunung api itu fluktuatif. Tim sudah kami kirim kesana untuk memantau dan mengamati,” jelas Wawan.

 

Komentar