Memang banyak tagline-tagline Polri bahwa Polri itu sudah berbenah diri, namun terkadang perbuatan tidak menunjukan seperti itu
SWARAID, PALEMBANG: Kasus yang menjerat Irjen Ferdy Sambo membuat institusi Polri saat ini menjadi perhatian publik. Masyarakat mendesak institusi harus berbenah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Diskusi Milenial Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan mengangkat tema “Polri Move On” di Cafe Bakso Cartel, Senin (29/8/22) sebagai bentuk perhatian masyarakat kepada institusi Polri.
Pemerhati Kebijakan Publik Fisip Unsri, Dr. M. Husni Thamrin, M. Si mengungkapkan bahwa sudah semestinya perjuangan Polri itu dikembalikan kepada rakyat. Pada dasarnya Polri itu untuk rakyat dan dekat dengan rakyat.
Langkah-langkah atau strategi untuk mengembalikan kepercayaan institusi Polri kepada publik, terpenting harus satu kata dengan perbuatan.
“Memang banyak tagline-tagline Polri bahwa Polri itu sudah berbenah diri, namun terkadang perbuatan tidak menunjukan seperti itu,” kata Husni Thamrin.
Lebih lanjut, kata Prof Husni , sudah saatnya Polri turun lebih dekat ke masyarakat, karena ini merupakan momentum yang baik dari tingkatan Polres hingga Polda untuk mengembalikan rasa percaya publik.
“Ibaratkan sebuah mata air bukan air mata, maksudnya kalau kita mau merubah kultur, harusnya dimulai dari dalam dulu,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar mengungkapkan peran media dalam membangun tingkat kepercayaan publik ketika suatu permasalahan muncul yaitu lebih memberikan kontrol yang nantinya akan memberikan dampak pada hasilnya.
“Seperti pada kasus FS, peran media dalam pengawalan kasus tersebut hingga kemudian dari kesalahan tersebut mendapatkan hukumannya, dan juga tentunya menjadi edukasi untuk masyarakat,” kata Firdaus.
Dari pada itu, Firdaus mengingatkan kepada Polri, dalam mengembalikan citra Polri menjadi baik lagi sebaiknya benar-benar melakukan perubahan secara total di internal Polri baik struktur maupun kultur.
“Artinya jika polri ingin berbenah, bersih-bersih harus pakai sapu yang bersih jangan pakai sapu yang kotor, nanti percuma pasti kotor lagi,” kata Firdaus.
Sebagai institusi yang strukturnya sangat lengkap sampai kebawah, Firdaus Komar meyakini bahwa Polri dapat mengembalikan kepercayaan publik lagi. Karena dalam kewenangannya, Polri lah yang lebih dekat kepada masyarakat saat menangangi permasalahan yang terjadi.
“Tinggal lagi Polri lebih memaksimalkan fungsinya ditengah masyarakat, dan juga lebih memberikan rasa keadilan, berangkat dari kasus FS Polri harus menyelasaikannya dengan profesional dan transparan agar mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.















Komentar