Mochamad Iriawan menyebut tidak ada dasar jika menyalahkan dirinya soal tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
SWARAID, MALANG: Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, tegaskan bahwa yang bertanggung jawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/20/202) adalah panitia pelaksana laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Seperti diketahui, banyak desakan kepada orang nomor satu PSSI itu muncul dengan deras melalui warganet, yang menuntut ia harus mundur saja karena tragedi Kanjuruhan sudah menelan korban ratusan nyawa.
Iriawan menyebut bahwa dirinya bertanggung jawab sesuai dengan porsinya sebagai ketua umum PSSI, dan tidak berdasar jika mengaitkan kejadian di Malang adalah kesalahan dari PSSI atau dirinya.
“Petanggungjawaban harus dilakukan oleh panpel semuanya. Tidak bisa mengaitkan dengan PSSI dan lainnya. Itu sudah ada aturannya,” ucap Iriawan di Malang, sebagaimana dikutip dari Tempo.
PSSI memang menyorot bagaimana akses keluar tribun yang tertutup ketika laga sudah selesai, sehingga penonton yang panik karena gas air mata malah berujung petaka.
“Memang katanya ada beberapa pintu (stadion) yang rusak, itu kami belum bisa memastikan,” beber Iwan Bule.
Kepada awak media di Malang, Purnawirawan perwira tinggi Polri itu memastikan bahwa dirinya akan terus memberi perhatian dan pengawalan pada kasus ini hingga diusut tuntas. Ia tidak mau mengomentari terlalu jauh bagaimana netizen mendesak dirinya mundur.
“Bentuk pertanggungjawaban saya adalah seperti sekarang (di Malang). Ini bentuk pertanggungjawaban saya sebagai Ketua Umum. Saya kalau mau lepas tanggung jawab di Jakarta saja. Ini saya namanya mengunjungi, menunggui anggota gitu ya. [Saya berada] di Malang sampai selesai, Salam buat netizen, ya..!” ucap Iriawan menyudahi sesi wawancara.















Komentar